Hamas Sambut Suka Cita Pembebasan 2.000 Tahanan Palestina Sebagai Kemenangan Nasional
Hamas menyebut pembebasan para tahanan sebagai bagian dari Operation Flood of the Free.
Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, menyambut gembira pembebasan ribuan tahanan Palestina dari penjara Israel, yang mereka sebut sebagai 'tonggak sejarah nasional yang gemilang' dalam perjuangan rakyat Palestina untuk kemerdekaan.
Dalam pernyataannya pada Senin (13/10), Hamas menyebut pembebasan para tahanan sebagai bagian dari Operation Flood of the Free, yang dianggap sebagai pencapaian nasional bersejarah dan simbol persatuan rakyat Palestina.
Menurut pernyataannya, Hamas menjelaskan bahwa Operation Flood of the Free mencerminkan kesatuan rakyat Palestina dan menegaskan bahwa perlawanan adalah satu-satunya jalan menuju kebebasan dan pendirian negara Palestina yang merdeka.
Hamas menggambarkan suasana di Gaza dan Tepi Barat sebagai momen penuh sukacita, meski di tengah luka akibat perang. Kegembiraan keluarga-keluarga tahanan yang dibebaskan memenuhi jalan-jalan menjadi bukti ketangguhan dan perjuanga rakyat Gaza.
Gerakan itu juga menyoroti tindakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu beserta jajaran ekstremisnya seperti Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich. Hamas menilai bahwa mereka tidak mampu merampas kebahagiaan rakyat atas pencapaian perlawanan dengan darah dan pengorbanan.
Kantor Informasi Tahanan Palestina mengonfirmasi bahwa sebanyak 2.000 tahanan telah dibebaskan. Bus pertama dari total 38 bus membawa para tahanan melintasi perbatasan menuju Jalur Gaza, sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan berskala besar yang terkait dengan gencatan senjata Gaza. Dari jumlah itu, 154 tahanan akan diberangkatkan ke luar negeri, sementara sisanya kembali ke Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.
Hamas juga menuding Israel melakukan pelanggaran berat terhadap tahanan Palestina, termasuk penyiksaan fisik dan psikologis selama dua tahun terakhir. Menurut pernyataan Hamas, kesaksian para tahanan mencerminkan sadisme pendudukan dan fasisme modern. Oleh karena itu, Hamas menegaskan bahwa pembebasan tahanan Palestina tetap menjadi prioritas utama.
Lebih lanjut, Hamas menambahkan bahwa pembebasan para tahanan Gaza merupakan buah dari keteguhan para pejuang perlawanan. Banyak di antara mereka yang telah menjalani hukuman seumur hidup atau masa tahanan panjang selama puluhan tahun.
Reporter Magang: Nikita Yudistia Mariam