Israel Larang Keluarga Tawanan Palestina yang Dibebaskan Merayakan atau Kibarkan Bendera Palestina

Pada tahap pertama gencatan senjata ini, Hamas membeaskan 3 tawanan Israel dan Israel membeaskan 90 tawanan Palestina.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Israel Larang Keluarga Tawanan Palestina yang Dibebaskan Merayakan atau Kibarkan Bendera Palestina
pertukaran tawanan israel-Hamas (Reuters)

Otoritas Israel membebaskan 90 tawanan Palestina tadi pagi sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata di Gaza tahap pertama. Pembebasan itu berlangsung beberapa jam setelah tiga tawanan Israel dibebaskan oleh Hamas.

Stasiun televisi Aljazeera berbahasa Arab melaporka sejumlah bus meninggalkan penjara Ofer pada dini hari tadi.

Sebelum dibebaskan, pihak penjara Israel memindahkan tawanan Palestina ke fasilitas militer di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Pasukan Israel dan perwakilan dari Komite Palang Merah Internasional melakukan pemeriksaan medis dan identitas para tawanan sebelum mereka dibebaskan.

Di antara mereka yang dibebaskan adalah 78 warga Palestina dari Tepi Barat yang dipindahkan ke pos pemeriksaan Beitunia dekat penjara Ofer.

Sebanyak 12 tawanan Palestina dari Yerusalem Timur juga dibebaskan dan dikembalikan ke rumah mereka setelah sebelumnya ditahan sebentar di pusat Penahanan Kompleks Rusia. Selain itu 62 tawanan perempuan juga dibebaskan, salah satunya anak-anak dan 28 pria, termasuk delapan anak laki-laki.

Menurut poin kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku Minggu pagi kemarin, setiap tawanan perempuan Israel yang dibebaskan ditukar dengan 30 warga perempuan Palestina dan anak-anak.

Tidak seperti pertukaran tawanan sebelumnya, militer Israel menerapkan aturan keamanan ketat untuk mencegah kerumunan massa yang hendak menyambut pembebasan itu di luar penjara dan untuk mencegah perayaan.

Polisi Israel kemarin juga mendatangi sejumlah rumah tawanan perempuan Palestina di Yerusalem yang akan dibebaskan.

Mereka mengancam keluarga agar tidak merayakan atau mengibarkan bendera Palestina karena tindakan itu bisa membuat anggota keluarga mereka batal dibebaskan.

Media setempat melaporkan tentara Israel juga membatasi kerumuman massa yang akan menyambut pembebasan tawanan Palestina di luar penjara.

Para tawanan dipindahkan dengan bus yang jendelanya berwarna gelap untuk menghindari pemotretan. Meski ada larangan sedemikian rupa, ratusan warga Palestina tetap berkumpul untuk menyambut tawanan yang dibebaskan pada pagi tadi.

Hamas dan kelompok perlawanan Palestina lainnya menyerukan warga untuk ikut menyambut para tawanan di sejumlah kota di Tepi Barat.

Muhammad al-Khasib dari Ramallah, putra dari tahanan Dalala al-Khasib, 53 tahun, mengatakan kepada Middle East Eye, keluarganya sangat menantikan pembebasan ibunya.

"Ibu saya ditahan setahun lalu dan masih dalam tahanan tanpa dakwaan. Jaksa Israel menuntut dia depenjara selama 55 bulan, tapi hari ini dia akan bebas karena kesepakatan gencatan senjata dan mimpi buruk ini akan berakhir," kata dia, seperti dilansir Middle East eye, Senin (20/1).

Khasib mengatakan penderitaan keluarganya tidak ada apa-apanya dibanding penderitaan warga Palestina di Gaza.

"Bahkan anak terkecil di Gaza saja tangan atau kakinya diamputasi. Kami tidak akan bisa membalas pengorbanan mereka demi pembebasan tawanan," ujar Khasib.

Menurut isi kesepakatan gencatan senjata, pada tahap pertama yang akan berlangsung enam pekan ini, akan dibebaskan 33 tawanan Isral dan sekitar 1.800 tawanan Palestina.

Rekomendasi