Cerita Tahanan Palestina yang Baru Dibebaskan Setelah 24 Tahun Dipenjara Israel
Salah satu tahanan yang dibebaskan adalah Saber Masalma, pria asal kota Dura, dekat Hebron, yang telah menghabiskan 24 tahun di penjara Israel
Sebanyak 2.000 tahanan Palestina dibebaskan oleh Israel setelah kesepakatan gencatan senjata disepakati di KTT Perdamaian Gaza, Kota Sharm el-Sheikh, Mesir. Pembebasan massal ini merupakan tahap pertama perjanjian antara Israel dan Hamas yang bertujuan untuk menghentikan konflik bersenjata di Jalur Gaza.
Salah satu tahanan yang dibebaskan adalah Saber Masalma, pria asal kota Dura, dekat Hebron, yang telah menghabiskan 24 tahun di penjara Israel. Ia ditahan pada awal 2000-an dengan tuduhan terlibat dalam aksi perlawanan terhadap pasukan Israel di Tepi Barat.
Masalma disambut ribuan warga saat tiba di Ramallah pada Senin malam, (13/10). Ia turun dari bus yang membawa para tahanan dengan mata berkaca-kaca, mencium tanah, lalu memeluk keluarganya yang telah menanti selama lebih dari dua dekade.
Dilansir the Guardian, Selasa (14/10), kerabat Masalma mengatakan bahwa selama Masalma ada di dalam penjara, penampilan pria itu berubah dengan sangat drastis. Ketika ia hendak memperkenalkan Masalma kepada keponakannya lewat video call, ia memperingatkan kerabatnya itu melalui telepon bahwa ia mungkin tidak mengenalinya karena berat badannya yang turun di penjara.
“Dia tampak seperti mayat. Tapi kami akan menghidupkannya kembali,” ujar kerabat Masalma.
Tak hanya Saber Masalma, penampilan tahanan lainnya juga terlihat sangat mengkhawatirkan. Tulang pipi mereka menonjol jelas dan tubuh mereka kurus. Bahkan, ada tahanan yang tak mampu berjalan tanpa ditopang oleh kerabat mereka.
Mereka tidak bisa mengungkap apa yang selama ini terjadi di balik jeruji besi. Saat ditanya tentang apa perlakuan yang selama ini diterima, salah satu tahanan hanya mampu menjawab bahwa perlakuan tersebut ‘mengerikan’. Ia meminta maaf atas jawabannya karena takut akan mendapat hukuman dari otoritas Israel.
Suasana haru dan gegap gempita juga terlihat di sejumlah kota di Tepi Barat, termasuk Jenin dan Nablus. Warga menyalakan kembang api dan mengibarkan bendera Palestina sebagai bentuk sukacita atas kebebasan para tahanan yang dianggap sebagai “pahlawan perjuangan”.
Juru bicara Hamas mengatakan pembebasan tersebut merupakan hasil diplomasi yang panjang dan simbol keteguhan rakyat Palestina.
“Ini bukan sekadar pertukaran tahanan, melainkan kemenangan moral bagi bangsa kami,” kata juru bicara Hamas, Hazem Qassem.
Reporter Magang: Nikita Yunistia Maryam