Israel Akan Bebaskan 737 Tawanan Palestina Saat Tahap Awal Gencatan Senjata, Ditukar dengan 33 Warga Israel yang Ditahan Hamas

Kementerian Kehakiman Israel sebelumnya telah mengumumkan daftar 95 tahanan Palestina, mayoritasnya adalah wanita, yang akan dibebaskan.

Tanti Yulianingsih
Oleh Tanti Yulianingsih - Reporter
Israel Akan Bebaskan 737 Tawanan Palestina Saat Tahap Awal Gencatan Senjata, Ditukar dengan 33 Warga Israel yang Ditahan Hamas
Beberapa sumber medis mengatakan bahwa serangan Israel menewaskan sedikitnya 70 warga Palestina di seluruh wilayah Gaza sejak Senin (13/1/2025). (BASHAR TALEB/AFP) (© 2025 Liputan6.com)

Kementerian Kehakiman Israel mengumumkan, sebanyak 737 tahanan Palestina akan dibebaskan sebagai bagian dari langkah awal kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera yang disetujui pada hari Sabtu. Ratusan warga Palestina ini ditahan di penjara-penjara Israel.

Tahanan yang dibebaskan termasuk pria, wanita, dan anak-anak, dan mereka tidak akan dibebaskan sebelum pukul 16.00 waktu setempat pada Minggu (19/1). Pengumuman pembebasan ratusan tawanan ini diumumkan Kementerian Kehakiman di situs webnya.

Menurut informasi yang diperoleh dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, kabinet Israel memberikan suara untuk menyetujui kesepakatan gencatan senjata Sabtu (18/1) dini hari. Gencatan senjata akan mulai berlaku pada Minggu (19/1).

Sebelumnya, kementerian tersebut telah merilis daftar 95 tahanan Palestina, sebagian besar adalah wanita, yang akan dibebaskan sebagai imbalan atas tawanan Israel di Gaza. Di antara nama-nama yang ada dalam daftar yang lebih luas adalah Zakaria Zubeidi, seorang kepala sayap bersenjata dari partai Fatah yang dipimpin oleh presiden Palestina, Mahmud Abbas. Zubeidi dikenal karena melarikan diri dari penjara Gilboa Israel bersama lima tahanan Palestina lainnya pada tahun 2021, yang menyebabkan perburuan besar-besaran, dan ia dipandang sebagai pahlawan oleh masyarakat Palestina.

Khalida Jarar, seorang anggota parlemen Palestina yang berhaluan kiri, juga akan dibebaskan. Jarar telah ditangkap dan dipenjara oleh Israel pada beberapa kesempatan. Ia merupakan anggota terkemuka dari Popular Front for the Liberation of Palestine (Front Populer untuk Pembebasan Palestina), yang dianggap sebagai "organisasi teroris" oleh Israel, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Sejak akhir Desember, ia ditahan di Tepi Barat, wilayah yang diduduki oleh Israel sejak 1967, tanpa dakwaan.

Dua sumber yang dekat dengan Hamas menyampaikan kepada AFP, kelompok sandera pertama yang akan dibebaskan terdiri dari tiga tentara wanita Israel. Juru bicara Kementerian Kehakiman Israel, Noga Katz, menjelaskan bahwa jumlah akhir tahanan yang akan dibebaskan dalam pertukaran pertama akan tergantung pada jumlah sandera hidup yang dibebaskan oleh Hamas.

Rekomendasi