Acara Pembebasan Tawanan yang Meriah oleh Hamas Bikin Pejabat Israel Marah-Marah
Hamas akhir pekan lalu membebaskan empat tentara perempuan Israel sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.
Keluarga tawanan Israel yang ditawan Hamas Sabtu lalu menyaksikan acara pembebasan keluarga mereka dalam siaran langsung televisi.
Keluarga Liri Albag, Daniella Gilboa, Karina Ariev, dan Naama Levy merayakan dengan sukacita dan kelegaan melihat putri-putri mereka hidup.
"Perasaan lega dan bahagia menyelimuti kami setelah 477 hari panjang yang penuh dengan penantian yang menyiksa," kata keluarga Albag dalam sebuah pernyataan beberapa jam kemudian, seperti dilansir Middle East Eye, Senin (27/1).
"Kami akhirnya bisa melihat Liri, memeluknya, dan tahu bahwa dia bersama kami, di tempat yang aman, dikelilingi oleh cinta keluarga."
Namun, adegan pembebasan itu juga disambut dengan kemarahan dan kritik oleh banyak orang di Israel.
Keempat tentara Israel yang dibebaskan itu mengenakan pakaian bergaya militer, dikawal ke podium di Kota Gaza. Mereka berdiri di hadapan kerumunan besar warga Palestina dan dikelilingi oleh puluhan pejuang Hamas yang bersenjata.
Para tawanan melambai dan tersenyum sebelum dibawa pergi dan diangkut dengan kendaraan Palang Merah ke Israel. Sebagai gantinya, 200 tahanan Palestina juga dibebaskan.
Daphna Liel, koresponden politik senior untuk Channel 12, saluran terkemuka di Israel, menulis, "Hamas mencoba mempermalukan mereka, tetapi mereka naik ke panggung di hadapan kerumunan penuh kebencian dengan kepala tegak, punggung tegak, dan senyuman. Inilah kemenangan sejati kami."
Politisi juga menganggap proses pembebasan tersebut sebagai upaya Hamas untuk mempermalukan Israel.
"Mereka pikir itu akan menjadi pertunjukan yang mempermalukan, tetapi para pahlawan wanita kami menunjukkan gambaran kemenangan semangat Israel," tulis Naama Lazimi dari Partai Buruh yang berhaluan tengah-kiri di X.
'Hapus mereka dari muka bumi'
Ada juga orang-orang di Israel yang ingin menuntut balasan dari Hamas atas apa yang mereka anggap sebagai penghinaan terhadap perempuan Israel yang dibebaskan dan negara Israel.
Shai Golden, seorang jurnalis dan presenter di Channel 13, yang hingga baru-baru ini menjadi presenter di saluran sayap kanan ekstrem Channel 14, mengusulkan di Facebook sebuah peta jalan untuk hari setelah pembebasan semua tawanan.
Golden mengatakan Hamas ingin menunjukkan kekuatan mereka kepada dunia setelah 15 bulan perang.
"Militer Israel harus kembali ke Gaza dan mengakhiri binatang buas gila ini. Berapa pun lamanya."
"Ini masalah sederhana, eksistensial dan kelangsungan hidup, untuk menghapus orang-orang Amalek yang gila ini dari muka bumi," tambah Golden.
"Kami akan melawan mereka dan memburu mereka selamanya. Sampai tidak ada satu pun dari mereka yang tersisa.
"Ini adalah kewajiban nasional. Ini adalah perintah Yahudi. Ini adalah perintah Israel. Ini adalah perintah historis."
Kesepakatan gencatan senjata berlaku pada 19 Januari, mengakhiri perang brutal yang telah membuat mayoritas penduduk Gaza mengungsi, menghancurkan sebagian besar wilayah yang diblokade, dan menewaskan lebih dari 47.000 orang.
Tujuh wanita Israel sejauh ini telah dibebaskan oleh Hamas sebagai bagian dari pertukaran dengan 290 tahanan Palestina di penjara-penjara Israel. Pertukaran ketiga diperkirakan akan berlangsung pada Sabtu mendatang.