Panas Ekstrem Hantam Tokyo, 3 Singa Kebun Binatang Mati dalam Sepekan

Hasil pemeriksaan menunjukkan ketiganya mengalami dehidrasi berat yang berujung pada kegagalan fungsi sejumlah organ.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Panas Ekstrem Hantam Tokyo, 3 Singa Kebun Binatang Mati dalam Sepekan
Jepang menjadi salah satu negara yang mengalami gelombang panas ekstrem, bahkan suhu mencapai 41,2 derajat celcius di Hyogo, 30 Juli 2025 lalu. Tampak dalam foto, orang-orang menyeberang jalan di Tokyo pada 4 Agustus 2025. (Kazuhiro NOGI/AFP)

Gelombang panas ekstrem yang melanda Jepang diduga menyebabkan tiga singa betina di Kebun Binatang Tama, Tokyo, mati dalam kurun waktu sepekan.

Pihak pengelola menyebut hasil pemeriksaan menunjukkan ketiganya mengalami dehidrasi berat yang berujung pada kegagalan fungsi sejumlah organ.

Dalam keterangan resmi Selasa (4/8/2026), pengelola kebun binatang mengatakan hasil autopsi mengindikasikan cuaca panas menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi satwa tersebut.

"Pemeriksaan postmortem mengungkapkan ketiga hewan tersebut mengalami dehidrasi sistemik dan kegagalan beberapa organ. Kami meyakini cuaca panas juga berdampak pada kondisi mereka," demikian pernyataan pihak kebun binatang.

Sejak pertengahan Juli, sejumlah singa di Kebun Binatang Tama mulai menunjukkan gejala penurunan kondisi, seperti lemas dan kehilangan nafsu makan. Pada 22 Juli, sebanyak 10 dari total 16 singa yang dipelihara harus mendapat penanganan medis.

Kondisi beberapa di antaranya terus memburuk hingga tidak mampu berdiri dan akhirnya pingsan. Meski petugas telah melakukan berbagai upaya, mulai dari pendinginan kandang, terapi cairan, hingga pemberian obat-obatan, tiga ekor singa tetap tidak dapat diselamatkan.

Ketiga singa yang mati masing-masing adalah Mugi berusia tiga tahun pada 28 Juli, Ichigo berusia 11 tahun pada 31 Juli, dan Luena berusia 15 tahun pada 2 Agustus.

Hingga kini, tiga singa lainnya masih berada dalam kondisi kritis dan belum mampu berdiri. Sementara itu, empat ekor lainnya dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan positif.

Sebagai langkah antisipasi, pengelola telah menghentikan seluruh pertunjukan singa sejak 23 Juli. Saat ini, Kebun Binatang Tama masih memiliki 13 ekor singa yang terus dipantau kondisinya.

Rekomendasi