Peringatan Udara Aktif di Riyadh Dini Hari, Pertama Sejak Puncak Konflik AS–Iran

Riyadh menerima dua kali notifikasi darurat pada 19 September. Otoritas tak merinci ancaman, sementara peringatan serupa muncul di Jeddah dan Yanbu.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Peringatan Udara Aktif di Riyadh Dini Hari, Pertama Sejak Puncak Konflik AS–Iran
Gambar satelit yang disediakan oleh Vantor pada hari Minggu, 13 Sept 2026 ini menunjukkan dampak dari serangan drone terbaru di pipa East-West di Arab Saudi. (Gambar satelit ©2026 Vantor melalui AP)

Otoritas Arab Saudi mengaktifkan peringatan serangan udara di Riyadh pada dini hari 19 September. Ini menjadi peringatan pertama di ibu kota sejak puncak ketegangan Amerika Serikat–Iran pada Maret–April.

Direktorat Pertahanan Sipil menyatakan situasi berbahaya telah berlalu tidak lama setelah peringatan dikeluarkan. Sepanjang malam, notifikasi serupa juga diterima warga di sejumlah wilayah lain, termasuk Jeddah, Yanbu di pesisir Laut Merah, serta Pulau Farasan.

Mengutip Straits Times, Sabtu (19/9/2026), sistem peringatan dini mengirimkan notifikasi darurat kepada warga Riyadh sekitar pukul 04.00 waktu setempat dan kembali pada pukul 06.00. Hingga kini, tidak ada informasi lanjutan mengenai ancaman yang memicu aktivasi peringatan tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, Arab Saudi menghadapi peningkatan serangan sepanjang September. Kelompok Houthi yang didukung Iran dan berbasis di Yaman menargetkan kota-kota di wilayah barat serta infrastruktur energi Saudi.

Pekan lalu, serangan drone yang dilaporkan berasal dari Irak memaksa penghentian sementara jalur pipa East–West yang vital. Irak diketahui memiliki sejumlah milisi yang berafiliasi dengan Teheran.

Serangan Houthi terhadap wilayah Saudi disebut terjadi hampir setiap hari selama sebulan terakhir. Pada 17 September, satu serangan menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya di Taif.

Kelompok itu juga meningkatkan upaya memperkuat kendali atas kawasan Bab al-Mandeb di Laut Merah. Di pesisir barat Yaman, Houthi dilaporkan meraih kemajuan, termasuk mengambil alih Kota Pelabuhan Mokha dan beberapa pulau di dekat selat tersebut.

Selain itu, Houthi menyatakan memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Arab Saudi di Laut Merah, dengan sejumlah kapal di jalur pelayaran itu menjadi sasaran serangan.

Jalur Laut Merah merupakan rute penting ekspor minyak Arab Saudi, terutama setelah konflik Amerika Serikat dan Iran membuat lalu lintas kapal di Selat Hormuz nyaris terhenti.

Rekomendasi