Abdul El-Sayed, Politisi Muslim Selangkah Lagi Ukir Sejarah di Senat AS

Hasil akhir menunjukkan selisih suara yang jauh lebih tipis daripada perkiraan kubu El-Sayed.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Abdul El-Sayed, Politisi Muslim Selangkah Lagi Ukir Sejarah di Senat AS
Abdul El-Sayed, politikus progresif yang memenangi pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk kursi Senat AS dari Michigan, saat berada di Majestic Theatre, Detroit, Rabu (5/8/2026). (Dok. AP Photo/Julia Demaree Nikhinson)

Abdul El-Sayed, tokoh politik dari Partai Demokrat Amerika Serikat memenangi pemilihan pendahuluan di Michigan pada 4 Agustus 2026. Kemenangan ini membuat El-Sayed menjadi calon senator AS dari partai tersebut.

Sebuah pertarungan yang mengungkap perpecahan tajam di dalam partai mengenai arah masa depannya. Mantan pejabat kesehatan masyarakat ini diperkirakan akan menang tipis atas anggota Kongres dari Partai Demokrat yang berhaluan moderat, Haley Stevens, menurut CBS News, mitra BBC di AS.

Ia akan berhadapan dengan Mike Rogers, seorang politisi Partai Republik yang juga sekutu Trump, dalam pemilihan umum sela (midterm election) bulan November mendatang. Jika terpilih, El-Sayed akan menjadi Muslim pertama yang menjabat di Senat AS.

Hasil akhir menunjukkan selisih suara yang jauh lebih tipis daripada perkiraan kubu El-Sayed; selisihnya kurang dari 15.000 suara atau kurang dari 1 poin persentase dari total lebih dari 1,5 juta suara yang telah dihitung antara dirinya dan Stevens hingga Rabu pagi.

"Gerakan untuk menyingkirkan pengaruh uang dalam politik, menempatkan uang di saku Anda, dan mewujudkan 'Medicare for All' adalah gerakan yang besar," kata El-Sayed pada hari Rabu, mengulangi pesan yang kerap ia sampaikan selama masa kampanye.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Abdul El-Sayed atas keberhasilannya memenangkan nominasi Partai Demokrat untuk kursi Senat AS," ujar Stevens dalam sebuah pernyataan. "Ia adalah seorang dokter, pejabat kesehatan masyarakat, penerima beasiswa Rhodes (Rhodes Scholar), dan warga Michigan yang berdedikasi. Saya bangga memberikan dukungan saya saat ia menghadapi Mike Rogers dalam pemilihan umum nanti."

Pemilu sela bulan November akan menentukan peta kekuatan di Washington untuk dua tahun terakhir masa jabatan Presiden Donald Trump. Trump menyebut hasil pemilihan Senat di Michigan sebagai "kabar baik bagi Partai Republik".

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menjuluki Partai Demokrat sebagai "Dumocrats" (plesetan kata *dumb* atau bodoh) dan mengklaim bahwa "kebijakan-kebijakan gila mereka hanya akan bertambah parah!"

 

 

Rangkul Semua Pihak

Setelah kampanye yang sengit dan terkadang diwarnai ketegangan, El-Sayed mengisyaratkan keinginan untuk merangkul berbagai pihak saat berpidato di hadapan para pendukungnya pada Selasa malam, sebelum hasil pemilu diketahui.

"Apa pun yang terjadi malam ini, kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan kita bersatu—bersatu untuk memastikan bahwa Mike Rogers [dari Partai Republik] tidak akan pernah bisa masuk ke Senat AS."

El-Sayed, yang mendapat dukungan dari politisi berhaluan kiri seperti Senator Vermont Bernie Sanders dan anggota Kongres dari New York City Alexandria Ocasio-Cortez, telah menyuarakan dukungan bagi agenda-agenda progresif seperti layanan kesehatan universal dan pembubaran badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE).

Stevens, 43 tahun, mengambil pendekatan yang lebih moderat; ia memosisikan dirinya sebagai kandidat jalan tengah yang dapat menarik minat para pemilih yang masih ragu mengenai partai mana yang akan mereka dukung pada bulan November. Ia berjanji akan menyelamatkan lapangan kerja di sektor manufaktur Michigan jika terpilih.

Stevens mendapatkan dukungan dari Gubernur Michigan Gretchen Whitmer serta Senator Gary Peters yang akan segera mengakhiri masa jabatannya. Salah satu perbedaan pendapat terbesar di antara para kandidat adalah mengenai sikap mereka terhadap Israel.

Rekomendasi