Gelombang Imigran ke Ceuta Spanyol Menewaskan 100 Korban Jiwa

Pada akhir Juli lalu, Ceuta, wilayah Spanyol yang berbatasan langsung dengan Maroko di Afrika Utara, menghadapi lonjakan kedatangan migran.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Gelombang Imigran ke Ceuta Spanyol Menewaskan 100 Korban Jiwa
Para migran berusaha menyeberang dari Maroko menuju Ceuta, enklave milik Spanyol, Kamis (30/7/2026). (Dok. AP Photo/Antonio Sempere)

Wali Kota Ceuta, Juan Jesus Vivas, mengonfirmasi sekitar 100 imigran meninggal dunia dalam upaya memasuki kota enklave milik Spanyol di Afrika Utara tersebut di tengah gelombang besar krisis migrasi.

Sebelumnya, stasiun radio Cadena SER pada Rabu (5/8/2026) melaporkan sedikitnya 141 migran tewas saat berusaha mencapai Ceuta.

"Saya ingin sekali lagi menyampaikan rasa terima kasih kami dan, atas nama seluruh warga Ceuta, saya tekankan dua hal. Pertama, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi yang tak dapat dikendalikan akibat sekitar 100 korban jiwa karena gelombang besar krisis migrasi ini," kata Vivas pada Kamis (6/8/2026).

Selain menyampaikan belasungkawa, Vivas menyatakan keyakinannya bahwa lembaga-lembaga Uni Eropa akan membantu Spanyol menangani krisis migrasi yang tengah berlangsung.

Pada akhir Juli lalu, Ceuta, wilayah Spanyol yang berbatasan langsung dengan Maroko di Afrika Utara, menghadapi lonjakan kedatangan migran.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Spanyol, sekitar 72.000 orang memasuki Ceuta dalam gelombang tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 70.000 orang kemudian dipulangkan kembali ke Maroko.

Rekomendasi