BGN Akan Coret Sekolah Swasta Elite dari Daftar Penerima MBG

Beberapa sekolah swasta menyatakan tak perlu MBG.

Dimas Ramadhan Wicaksana
BGN Akan Coret Sekolah Swasta Elite dari Daftar Penerima MBG
Siswa menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Meruyung, Depok, jawa Barat, Senin, 13 Juli 2007. (KLY/ Arie Basuki)

Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan langkah refocusing penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mempertimbangkan pencoretan sekolah swasta berstatus elite dari daftar penerima manfaat. Rencana ini tengah dimatangkan agar penyaluran lebih tepat sasaran.

Kepala BGN Sudaryono menyampaikan perkembangan itu dalam jumpa pers di Kantor BGN. Dia menekankan proses kajian masih berjalan dan pengumuman resmi akan dilakukan setelah seluruh prosesnya rampung.

"Sedang kita hitung, jadi nanti kami umumkan berikutnya. Yang jelas betul bahwa kita sedang sisir, misalnya sekolah-sekolah swasta khususnya yang elite misalnya gitu kan tidak perlu MBG (Makan Bergizi Gratis)," kata Sudaryono dalam jumpa pers di Kantor BGN, Jumat (7/8).

Sudaryono menyampaikan BGN telah berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait status penerimaan MBG. Komunikasi dilakukan dengan kepala sekolah, komite, hingga orang tua murid.

Hasil komunikasi tersebut, sudah menghasilkan pernyataan dari sejumlah sekolah swasta yang memilih tidak menerima bantuan.

"Yang jelas kan ini bagian dari komunikasi, ada beberapa sekolah tuh ada berapa ada sekian ratus lah itu yang sudah menyatakan tidak perlu," jelas Sudaryono.

Sekolah Elite Tak Perlu MBG

Dia menambahkan, rata-rata sekolah swasta dengan biaya pendidikan yang tinggi dinilai tidak memerlukan dukungan MBG di lingkungan mereka.

"Ada rata-rata sekolah swasta yang memang mohon maaf, mungkin biayanya cukup tinggi dan tidak perlu memerlukan adanya MBG di sekolahnya gitu," sambungnya.

Pemerintah, kata Sudaryono, tidak akan memaksakan penyaluran MBG kepada sekolah yang menyatakan tidak membutuhkan. Penyaluran program diarahkan kepada pihak yang berhak menerima manfaat.

"Intinya adalah ini demokratisasi gizi. Semua yang berhak menerima kita berikan, kecuali yang tidak mau," kata dia.

Saat ditanya soal detail daftar sekolah yang akan dicoret dari penerima MBG, Sudaryono menyebut datanya masih bersifat dinamis dan dalam kajian.

Ia mengatakan informasi lengkap akan disampaikan setelah proses finalisasi rampung.

"Tapi angka data pastinya ya sudah ada dinamis tapi mungkin enggak bisa aku sampaikan di sini ya, nanti kalau sudah final paling tidak kami bisa sampaikan," tutupnya.

Rekomendasi