Ketua DPR RI Puan Maharani mengirim surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Amerika Serikat, Puan mendesak lembaga itu segera bertindak mengakhiri bencana kemanusiaan di Jalur Gaza.
Surat yang dikirimkan Puan berjudul: Seruan Mendesak untuk Tindakan Segera guna Mengakhiri Bencana Kemanusiaan di Jalur Gaza.
"Atas nama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, saya berkirim surat, mengingat krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Jalur Gaza, di mana ratusan ribu keluarga, terutama anak-anak, menghadapi kelaparan akibat pengepungan dan pemboman massal yang terus-menerus dilakukan oleh Israel, yang telah menyebabkan kehancuran total kehidupan," kata Puan dikutip dalam suratnya, Selasa (12/8/2025).
Mengutip laporan WFP, UNICEF, dan UN OCHA, Puan menyebut Gaza kini masuk Fase 5 (kelaparan), dengan lebih dari 1,1 juta orang mengalami kerawanan pangan parah dan 500.000 anak terdampak malnutrisi akut. Tercatat juga di UNICEF ada beberapa kasus tergolong 'sangat kurus'.
Ia pun menyinggung soal banyaknya bayi meninggal dunia akibat kekurangan susu formula, hingga rusaknya lebih dari 70% lahan pertanian, pasar, hancurnya toko makanan serta pasokan medis yang terbatas.
"Apa yang kita saksikan di Gaza saat ini bukan lagi sekadar krisis pangan, melainkan kelaparan yang diakibatkan oleh kebijakan yang disengaja dan sistematis menyasar warga sipil dengan menggunakan kelaparan sebagai senjata perang," tegasnya.
Menurutnya, tindakan tersebut pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan dapat dikategorikan sebagai upaya menghancurkan suatu kelompok nasional.
Puan pun meminta PBB segera mengumumkan status kelaparan di Gaza sesuai dengan Klasifikasi Fase Terpadu (IPC), menuntut Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat, dan jika perlu mengaktifkan Bab VII Piagam PBB. "karena situasi tersebut merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional," ungkapnya.
Puan juga mendorong pembentukan koridor kemanusiaan aman, mobilisasi dana darurat bersama negara anggota menyediakan pangan di Gaza, serta pemulihan distribusi bantuan melalui UNRWA dan lembaga kemanusiaan netral kepada penduduk terdampak.
"Kita tidak bisa tinggal diam sementara kekejaman ini terjadi di hadapan kita. Perserikatan Bangsa-Bangsa didirikan bukan hanya untuk menciptakan dunia yang aman, tetapi juga untuk melindungi warga sipil yang tak berdaya dari penindasan," tegasnya.
"Kami sepenuhnya mendukung kepemimpinan anda secara moral dan kelembagaan, dan percaya bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa akan bertindak sesuai urgensi yang dibutuhkan krisis ini," pungkas Puan dalam suratnya.