Terungkap! Pemprov Jatim Pastikan Pasokan Pangan Murah Jatim Aman, Beras SPHP Dijamin Terjangkau
Pemprov Jatim terus berupaya maksimal memastikan ketersediaan Pangan Murah Jatim, khususnya beras, agar pasokan cukup dan distribusi lancar. Bagaimana strategi lengkapnya?
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengambil langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pangan murah dan terjangkau. Fokus utama adalah pada komoditas beras, dengan menjamin pasokan yang cukup serta distribusi lancar. Ini dilakukan agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses kebutuhan pokok mereka di tengah dinamika harga pasar.
Upaya ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, yang turut mendampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Mereka meninjau Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di Lapangan Flores, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Acara ini tersambung secara telekonferensi dengan 7.285 kecamatan di seluruh Indonesia.
Gerakan Pangan Murah tersebut bertujuan utama untuk menstabilkan harga dan pasokan pangan di pasaran. Khofifah menekankan pentingnya distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) agar makin lancar. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung terhadap daya beli masyarakat.
Strategi Pemprov Jatim dalam Menjamin Pangan Murah
Dalam kesempatan GPM di Wonokromo, Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau berbagai stan komoditas pangan. Berbagai kebutuhan pokok tersedia, mulai dari gula pasir, minyak goreng, telur ayam, hingga daging sapi dan ayam. Komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan cabai merah besar juga turut meramaikan acara ini.
Khofifah menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah ini memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas harga. Ia menyoroti perbedaan harga eceran tertinggi (HET) beras medium yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebesar Rp13.500 per kilogram. Sementara itu, beras SPHP memiliki HET Rp12.500 per kilogram, bahkan bisa lebih murah di pasar.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya memastikan ketersediaan pangan murah Jatim dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga daya beli dan kesejahteraan warga. Distribusi yang efektif menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Memastikan Distribusi Beras SPHP yang Lancar dan Terjangkau
Salah satu fokus utama Pemprov Jatim adalah memastikan kemudahan bagi pedagang pasar tradisional dalam menjual beras SPHP. Saat ini, pedagang diwajibkan mendaftar melalui aplikasi Klik SPHP. Aplikasi ini dirancang khusus untuk mencegah potensi penyelewengan dalam distribusi beras bersubsidi tersebut.
Gubernur Khofifah berharap bahwa setelah serangkaian rapat dan koordinasi, proses distribusi beras SPHP akan semakin mudah. Ia menekankan pentingnya "tiga aman" dalam rantai pasok pangan: stok harus aman, distribusi harus aman, dan penjangkauan kepada masyarakat juga harus aman. Hal ini menjadi prioritas untuk menjaga ketersediaan pangan murah Jatim.
Secara keseluruhan, beras SPHP yang disediakan untuk program ini mencapai 173 ribu ton. Dalam acara GPM Wonokromo, Gubernur Khofifah bersama Wali Kota Eri Cahyadi secara simbolis membagikan 100 sak beras SPHP kemasan 5 kilogram kepada warga sekitar. Mereka juga berinteraksi langsung dengan masyarakat, menunjukkan komitmen pemerintah daerah.
Gerakan Pangan Murah Nasional dan Dampak Positifnya
Sebagai informasi tambahan, penyaluran Gerakan Pangan Murah (GPM) dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Inisiatif nasional ini melibatkan berbagai pihak, termasuk 654 kecamatan, 16 Polri, 449 TNI, delapan PTPN, dan enam PT Pos, serta 149 saluran distribusi lainnya.
Kuantum beras SPHP yang disalurkan dalam GPM serentak ini mencapai 4.863 ton. Angka ini menandai penyaluran tertinggi dalam realisasi rata-rata penyaluran harian saat ini. Hal tersebut menunjukkan skala dan dampak luas dari upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan murah Jatim dan nasional.
Inisiatif seperti GPM ini sangat vital dalam menjaga stabilitas harga pangan di seluruh wilayah. Dengan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan pasokan pangan tetap terjaga dan harga tetap terjangkau bagi seluruh masyarakat. Ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadapi tantangan inflasi dan memastikan ketahanan pangan.
Sumber: AntaraNews