Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) terus berupaya memastikan ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menstabilkan harga di pasaran dan meringankan beban ekonomi warga. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara langsung meninjau pelaksanaan GPM yang ke-114 di Kantor Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Gerakan Pangan Murah ini bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan adanya subsidi dari Pemprov Jatim, harga komoditas utama dapat ditekan jauh di bawah harga pasar. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Khofifah menjelaskan bahwa GPM akan diselenggarakan di total 828 titik di seluruh Jawa Timur, mencerminkan skala dan jangkauan program yang masif. Kehadiran GPM di berbagai wilayah diharapkan dapat memberikan dampak positif secara merata. Ini juga menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan murah.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) adalah upaya pemerintah untuk memperluas jangkauan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok. Program ini dirancang untuk memastikan bahwa warga dapat membeli bahan pangan dengan harga yang relatif terjangkau. "Jadi GPM yang kita lakukan bersama kabupaten/kota ini adalah upaya melakukan penjangkauan seluas dan semaksimal mungkin, sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan rumah tangganya relatif dengan harga terjangkau," ujar Khofifah.
GPM di Jawa Timur direncanakan akan mencapai 828 titik lokasi, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga. Pelaksanaan GPM di Kota Madiun ini merupakan titik ke-114 dari total target tersebut. Setiap komoditas yang dijual dalam GPM telah disubsidi oleh Pemprov Jatim, sehingga harganya menjadi lebih murah dari harga pasar.
Subsidi ini mencakup berbagai bahan pokok penting yang sering menjadi penyumbang inflasi. Dengan adanya GPM, diharapkan tekanan inflasi dapat terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga. Program ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret untuk memastikan ketersediaan dan distribusi pangan secara merata.
Advertisement
Advertisement
Berbagai komoditas pangan dijual dengan harga yang signifikan lebih murah di Gerakan Pangan Murah dibandingkan harga pasaran. Salah satu contohnya adalah beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram yang dijual seharga Rp55.000, atau setara Rp11.000 per kilogram. Harga ini jauh di bawah harga pasaran yang bisa mencapai Rp14.000 per kilogram.
Selain beras, tersedia juga Minyakita premium kemasan 1 liter dengan harga Rp13.000. Gula pasir IdFood kemasan 1 kilogram yang memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp17.500, dijual hanya Rp14.000 di GPM. Daging ayam potong, yang di pasaran bisa mencapai Rp38.000 per kilogram, ditawarkan seharga Rp33.000 per kilogram, atau Rp16.500 untuk kemasan setengah kilogram.
Tidak hanya itu, komoditas lain seperti bawang putih dan bawang merah juga tersedia dengan harga di bawah pasar. Perbedaan harga yang mencolok ini sangat membantu masyarakat untuk menghemat pengeluaran rumah tangga. Kehadiran GPM menjadi solusi efektif bagi warga yang ingin mendapatkan pangan murah.
Advertisement
Advertisement
Warga Kota Madiun menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi terhadap kegiatan Gerakan Pangan Murah ini. Mereka berbondong-bondong datang untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah. Masyarakat mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM dan berharap kegiatan serupa dapat rutin digelar di masa mendatang.
Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan kesiapan Pemkot Madiun untuk terus mendukung upaya Pemprov Jatim dalam menyediakan bahan pangan murah. "Kita selalu berkoordinasi dengan Pemprov Jatim dan instansi lain untuk menjaga harga bahan pokok tetap stabil. Tatkala bahan-bahan telah naik, kita langsung melakukan subsidi. Intinya bagaimana agar masyarakat tidak mendapatkan harga mahal," kata Maidi.
Gubernur Khofifah juga memastikan akan konsisten menyelenggarakan pasar murah di berbagai kabupaten dan kota. Sambutan positif dari masyarakat menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus melanjutkan program ini. Konsistensi ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga dan memastikan akses pangan yang merata bagi seluruh warga Jawa Timur.
Advertisement
Sumber: AntaraNews