Wagub Jatim Ajak Warga Nahdliyin Perkuat Sinergi Pembangunan Jatim
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengajak warga Nahdliyin untuk memperkuat sinergi pembangunan Jatim, menekankan peran vital NU dalam kemajuan daerah serta pentingnya kolaborasi berkelanjutan.
Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak mengajak seluruh warga Nahdliyin di wilayah setempat untuk menyinergikan pembangunan daerah yang telah berjalan baik. Ajakan ini disampaikan Wagub Emil Dardak di Kabupaten Tuban, baru-baru ini, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan organisasi keagamaan.
Emil Dardak menghadiri Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di Pondok Pesantren Bejagung, Tuban. Kehadirannya bertujuan untuk menjalin kemitraan yang membawa kemaslahatan umat di Jawa Timur secara luas.
Program-program yang dilakukan warga Nahdliyin di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat telah terbukti memberikan dampak positif. Sinergi ini diharapkan dapat semakin memperkuat kontribusi Nahdlatul Ulama terhadap kemajuan Jawa Timur.
Peran Strategis Nahdliyin dalam Sinergi Pembangunan Jatim
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menegaskan bahwa Pemprov Jatim harus bersinergi dengan warga Nahdliyin untuk membangun Jawa Timur yang sudah baik. Ia menyoroti kontribusi luar biasa Nahdlatul Ulama dalam berbagai sektor pembangunan.
Selama ini, program-program yang dijalankan oleh warga Nahdliyin di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat telah menunjukkan dampak nyata. Hal ini menjadi bukti konkret peran aktif organisasi dalam memajukan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur.
Kehadiran Wagub Emil Dardak dalam Muskerwil PWNU Jatim di Pondok Pesantren Bejagung, Tuban, menjadi simbol komitmen pemerintah daerah. Pertemuan ini diharapkan semakin mempererat koordinasi antara warga Nahdliyin dan Pemprov Jatim demi tercapainya tujuan pembangunan bersama.
Evaluasi Program dan Persiapan Muktamar NU
Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menjelaskan bahwa Muskerwil PWNU Jatim merupakan agenda rutin tahunan. Kegiatan ini berfungsi untuk mengevaluasi program kerja yang telah dilaksanakan selama setahun terakhir.
Selain evaluasi, musyawarah kerja ini juga menjadi ajang untuk meninjau kinerja pengurus PWNU Jatim. Pembahasan mengenai persiapan pelaksanaan Muktamar NU juga menjadi salah satu poin penting dalam agenda tersebut.
Gus Kikin menyatakan kesiapan PWNU Jatim untuk pelaksanaan Muktamar NU di mana saja, termasuk di Surabaya atau wilayah Jawa Timur. Kesiapan ini menunjukkan soliditas dan keseriusan organisasi dalam menjalankan agenda nasionalnya.
Jawa Timur sebagai Pelopor Pandangan NU Abad Kedua
Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Muhammad Nuh, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Muskerwil PWNU Jatim. Menurutnya, musyawarah ini sangat tepat karena PBNU memerlukan pandangan orisinal dari keluarga besar NU.
Pelaksanaan Muskerwil PWNU Jatim juga berdekatan dengan Muktamar NU ke-35, yang akan menjadi penyambung antara abad pertama dan abad kedua NU. Muhammad Nuh menekankan pentingnya kesinambungan ini untuk masa depan organisasi.
Dengan sumber daya Nahdlatul Ulama yang luar biasa di Jawa Timur, mulai dari sejarah berdirinya NU di Surabaya, provinsi ini dianggap sebagai pelopor. Jawa Timur diharapkan dapat memberikan pandangan ke depan yang luar biasa untuk NU dan menyiapkan abad kedua yang lebih dahsyat.
Sumber: AntaraNews