Pemkab Bekasi dan NU Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah: Wujudkan Visi Bangkit
Pemerintah Kabupaten Bekasi mengajak warga Nahdliyin untuk memperkuat sinergi pembangunan daerah, sejalan dengan visi Bangkit, Maju, dan Sejahtera. Bupati Ade Kuswara menekankan pentingnya kolaborasi Pemkab Bekasi dan NU.
Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, secara resmi mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU) atau Nahdliyin untuk meningkatkan sinergi dalam mendukung berbagai aspek pembangunan daerah. Ajakan ini disampaikan guna mewujudkan visi Kabupaten Bekasi yang "Bangkit, Maju, dan Sejahtera" di masa depan. Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menegaskan komitmen Pemkab untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini.
Bupati Ade Kuswara menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam memajukan daerah. Ia berharap NU, bersama para kiai, dapat memberikan dukungan penuh terhadap program-program pemerintah yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kolaborasi ini dianggap krusial mengingat Kabupaten Bekasi merupakan daerah agamis yang kaya akan budaya santri dan ulama.
Pernyataan ini disampaikan di Cikarang pada Minggu, 01 Desember, sebagai bagian dari upaya memperkuat peran serta masyarakat dalam pembangunan. Warga Nahdliyin, sebagai pilar penting dalam menjaga harmoni sosial dan spiritual, diharapkan dapat terus berkontribusi aktif. Pemerintah daerah juga sangat mengapresiasi masukan serta nasihat yang selama ini diberikan oleh para kiai kepada Pemkab Bekasi.
Pentingnya Kolaborasi Ulama dan Umara dalam Pembangunan
Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, secara tegas menyatakan bahwa sinergi antara ulama dan umara merupakan fondasi utama bagi kemajuan sebuah daerah. Ia berharap penuh agar Nahdlatul Ulama, melalui para kiai dan anggotanya, dapat terus mendukung program-program pemerintah. Dukungan ini sangat vital demi tercapainya kemajuan signifikan di Kabupaten Bekasi.
Warga Nahdliyin, sebagai organisasi Muslim terbesar di Indonesia, memiliki peran strategis sebagai pilar penting dalam menjaga harmoni sosial dan spiritual masyarakat. Kabupaten Bekasi sendiri dikenal sebagai daerah yang agamis, dengan kekayaan budaya serta banyaknya komunitas santri dan ulama. Kondisi ini menjadikan peran NU semakin sentral dalam dinamika pembangunan.
Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi mendalam atas berbagai masukan dan nasihat konstruktif yang telah disampaikan oleh para kiai selama ini. Masukan tersebut menjadi acuan berharga bagi Pemkab Bekasi dalam merumuskan kebijakan. "Kami sangat terbuka dan berterima kasih atas arahan, saran dan doa dari para kiai NU," ucap Bupati Ade Kuswara.
Bupati Ade Kuswara menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus berupaya menjalankan setiap masukan demi kemaslahatan seluruh masyarakat. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pemkab dalam menjalin hubungan baik dan produktif dengan komunitas ulama. Sinergi yang kuat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembangunan berkelanjutan.
Komitmen Pemkab dan Peran Strategis NU ke Depan
Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan akan terus memperkuat sinergi dengan para ulama, khususnya Nahdlatul Ulama. Komitmen ini diwujudkan dengan kesediaan Pemkab untuk menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang disampaikan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi. Langkah ini merupakan bukti nyata dari kemitraan yang erat antara pemerintah dan organisasi keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ade Kuswara juga mengucapkan selamat atas terselenggaranya Konferensi Cabang (Konfercab) X NU Kabupaten Bekasi. Konferensi ini diharapkan dapat menentukan kepemimpinan baru organisasi tersebut. Ia berharap forum penting ini akan melahirkan keputusan-keputusan terbaik yang membawa kemaslahatan bagi umat.
"NU memiliki kontribusi besar dalam menjaga nilai keagamaan dan budaya di Kabupaten Bekasi," kata Bupati. Oleh karena itu, konferensi ini dianggap sangat penting untuk memperkuat peran NU di masa mendatang. Peran aktif NU dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai lokal menjadi aset berharga bagi daerah.
Bupati bahkan berbagi kisah masa kecilnya saat menimba ilmu di sebuah pondok pesantren di Garut, meskipun hanya sebentar. Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam baginya. "Nahdlatul Ulama ini penuh berkah para kiai dan para salihin. Dulu saya sempat bercita-cita ingin menjadi Ketua NU Kabupaten Bekasi. Mungkin berkah niat itu, hari ini saya diberikan amanah menjadi kepala daerah," ungkapnya, menunjukkan kedekatan emosionalnya dengan NU.
Sumber: AntaraNews