Jakarta, 14 April 2026 – Pendaftaran nominasi untuk Zayed Award for Human Fraternity (Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia) edisi 2027 kini telah dibuka secara resmi. Penghargaan global independen ini bertujuan untuk menghormati individu, lembaga, serta organisasi yang secara konsisten bekerja keras dalam memperkuat fondasi persaudaraan manusia di seluruh dunia. Proses nominasi ini menjadi kesempatan bagi para pegiat kemanusiaan untuk mendapatkan pengakuan atas kontribusi mereka yang tak ternilai.
Sekretaris Jenderal Zayed Award for Human Fraternity, Konselor Mohamed Abdel Salam, menyatakan bahwa pembukaan nominasi ini mencerminkan misi berkelanjutan penghargaan. Misi tersebut adalah untuk menyoroti dan menghormati upaya kemanusiaan perintis yang berkontribusi dalam melayani kemanusiaan serta mempromosikan nilai-nilai persaudaraan manusia secara global. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak pihak untuk terlibat dalam upaya mulia tersebut.
Bagi pihak yang berminat, pendaftaran nominasi dapat diajukan melalui laman resmi https://zayedaward.org. Batas waktu pengajuan nominasi untuk penghargaan Zayed Award untuk Persaudaraan Manusia 2027 adalah hingga 1 Oktober 2026.
Advertisement
Advertisement
Zayed Award for Human Fraternity merupakan penghargaan tahunan yang diberikan kepada individu atau lembaga yang menunjukkan kontribusi signifikan. Kontribusi ini mencakup upaya memupuk persaudaraan antar manusia, mendukung nilai-nilai dialog, serta mempromosikan toleransi dan solidaritas. Penghargaan ini berupaya mengidentifikasi dan mengapresiasi mereka yang menjadi teladan dalam membangun jembatan antar sesama.
Penghargaan ini didasarkan pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang terkandung dalam Dokumen Persaudaraan Manusia. Dokumen bersejarah ini ditandatangani oleh Ketua Majelis Hukama Muslimin Grand Syekh Al Azhar Ahmed Al-Tayeb bersama mendiang Paus Fransiskus, mantan Paus Gereja Katolik, pada tahun 2019.
Konselor Mohamed Abdel Salam mengungkapkan harapannya agar tahun ini dapat menerima nominasi baru dari individu dan lembaga. Ia berharap mereka memberikan kontribusi efektif untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan manusia secara global. Penghargaan ini menjadi platform penting untuk menginspirasi perubahan positif.
Advertisement
Advertisement
Penghargaan Zayed Award untuk Persaudaraan Manusia mewujudkan warisan mendiang Syekh Zayed bin Sultan Al Nahyan, pendiri Uni Emirat Arab. Warisan ini berfokus pada penguatan nilai-nilai persaudaraan manusia yang didasarkan pada penghormatan terhadap setiap orang, menjaga martabat mereka, dan membantu mereka tanpa memandang agama, jenis kelamin, ras, atau kewarganegaraan.
Pertemuan bersejarah di Abu Dhabi pada tahun 2019 antara Grand Syekh Al Azhar dan mendiang Paus Fransiskus menjadi momen penting. Pada pertemuan itulah Dokumen Persaudaraan Manusia ditandatangani, dan besaran hadiah 1 juta dolar AS untuk penghargaan ini pertama kali diumumkan.
Nilai-nilai ini menjadi landasan kuat bagi penghargaan, memastikan bahwa setiap penerima benar-benar mencerminkan semangat persaudaraan dan kemanusiaan. Penghargaan ini tidak hanya mengakui prestasi, tetapi juga mendorong replikasi dan perluasan dampak positif di seluruh dunia.
Advertisement
Advertisement
Penerima penghargaan Zayed Award untuk Persaudaraan Manusia akan mendapatkan hadiah sebesar 1 juta dolar AS, setara dengan sekitar Rp16 miliar. Hadiah finansial ini menjadi bentuk apresiasi nyata atas dedikasi dan kerja keras para penerima dalam mempromosikan perdamaian dan solidaritas.
Sejak pertama kali diberikan pada tahun 2019, penghargaan ini telah menganugerahi 20 individu dan organisasi dari 20 negara. Kontribusi mereka mencakup berbagai bidang kemanusiaan, termasuk kesehatan, pendidikan, keberlanjutan, dukungan pengungsi, pengembangan masyarakat, penyediaan makanan bagi mereka yang terkena dampak krisis, serta pemberdayaan pemuda dan perempuan.
Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), pernah mendapatkan Zayed Award untuk Persaudaraan Manusia pada tahun 2024. Mereka diakui atas peran pentingnya dalam mempromosikan perdamaian dan solidaritas internasional di tingkat akar rumput.
Advertisement
Sumber: AntaraNews