Gus Salam Temui Menag, Bahas Kondisi NU dan Harapan Rekonsiliasi Jelang Muktamar

Gus Salam menyampaikan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus upaya belajar dan berdiskusi dengan tokoh senior NU.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Gus Salam Temui Menag, Bahas Kondisi NU dan Harapan Rekonsiliasi Jelang Muktamar
Gus Salam Temui Menag, Bahas Kondisi NU dan Harapan Rekonsiliasi Jelang Muktamar (Merdeka.com)

KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam melakukan silaturahmi dengan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat, Senin (13/4). Pertemuan tersebut membahas kondisi internal Nahdlatul Ulama (NU) serta harapan rekonsiliasi menjelang Muktamar ke-35 NU.

Gus Salam menyampaikan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus upaya belajar dan berdiskusi dengan tokoh senior NU yang telah lama berkhidmat di organisasi.

"Saya ingin silaturrohim ke Pak Menteri, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, M.A. Beliau telah berkhidmat di NU sejak muda di daerahnya, hingga sekarang berkhidmat sebagai Rais PBNU," kata Gus Salam.

"Ya, beliau kan kiai-ulama NU yang ditakdirkan mendapat tugas sebagai Menteri Agama RI. Kita sebagai santri sepatutnya sowan, ngaji-belajar dan berdiskusi dengan beliau," sambungnya.

Menurut Gus Salam, sosok Nasaruddin Umar memiliki pengalaman panjang dalam organisasi dan khidmah sosial keagamaan. Ia juga dikenal sebagai sesepuh Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) serta pernah menjabat Katib Aam PBNU periode 2004–2009.

Pertemuan berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 12.00 hingga 13.00 WIB di ruang kerja Menteri Agama.

Dalam diskusi tersebut, Gus Salam mengungkapkan bahwa Menag menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi PBNU saat ini serta mendorong adanya rekonsiliasi di internal organisasi.

"Waktu silaturrohim dan diskusi dengan beliau, tadi. Prof. Nasaruddin sebagaimana para sesepuh NU yang lain, merasakan keprihatinan yang mendalam atas situasi PBNU saat ini. Kita merasakannya belum pernah terjadi sepanjang berdirinya NU," ujar Gus Salam.

Gus Salam menambahkan, Menag berharap seluruh elemen NU dapat mengesampingkan perbedaan demi menjaga marwah organisasi.

"Beliau meminta agar ada kesungguhan dari semuanya untuk merajut kembali kebersamaan demi mengembalikan marwah, wibawa dan khidmah perjuangan NU di tengah-tengah umat," ungkapnya.

Selain itu, Menag juga menyoroti pentingnya penyelenggaraan Muktamar NU yang sehat dan terbuka, termasuk dalam proses pemilihan kepemimpinan.

"Agar dibuka ruang seluas-luasnya bagi kader NU yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk meraih kepercayaan Nahdliyyin, dipilih menjadi pimpinan PBNU selanjutnya oleh peserta muktamar," kata Gus Salam, menirukan pesan Menag.

"Prof. Nasar juga berharap, pada muktamar nanti bisa terpilih pemimpin NU yang jujur, amanah, luwes dan berintegritas," tambahnya.

Gus Salam juga mengakui bahwa pertemuan tersebut memiliki kepentingan khusus, yakni meminta izin untuk bersilaturahmi dengan pengurus NU di daerah yang sebagian merupakan aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Agama.

"Ya betul. Saya minta ijin Pak Menag untuk bisa bersilaturrohim dengan pimpinan PWNU dan PCNU yang sebagiannya ASN-Pejabat Kemenag," ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan restu terkait langkahnya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada muktamar mendatang.

"Saya juga mohon pamit dan restu kepada Pak Nasar. Karena saya kan diminta oleh para Guru-Kiai saya dan diperintah berikhtiar untuk mendapatkan kepercayaan pengurus PW-PCNU sebagai calon Ketua Umum PBNU, mendatang," sambungnya.

"Alhamdulillah. Saya mendapat banyak nasehat dari Pak Nasar sebagai sesepuh dan kader senior NU. Semua yang beliau sampaikan, sangat berharga bagi pribadi saya," pungkasnya.

Usai pertemuan, Gus Salam menyatakan akan melanjutkan agenda silaturahmi ke sejumlah pengurus wilayah dan cabang NU di luar Pulau Jawa dalam waktu dekat.

Rekomendasi