Capaian RKPD Jawa Timur 2025: Gubernur Khofifah Paparkan Kinerja Gemilang Lampaui Target

Gubernur Khofifah Indar Parawansa merinci capaian Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jawa Timur 2025 yang mencapai 98,33 persen, menunjukkan efektivitas pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah yang melampaui target.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Capaian RKPD Jawa Timur 2025: Gubernur Khofifah Paparkan Kinerja Gemilang Lampaui Target
Gubernur Khofifah Indar Parawansa merinci capaian Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jawa Timur 2025 yang mencapai 98,33 persen, menunjukkan efektivitas pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah yang melampaui target. (AntaraNews)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Senin (30/3) memaparkan hasil kinerja pembangunan daerah. Pemaparan ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jatim di Surabaya. Khofifah merinci capaian Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025.

Capaian RKPD Jawa Timur 2025 ini mencapai angka impresif 98,33 persen. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dari 98,25 persen pada tahun 2024. Ini mencerminkan kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak di Jawa Timur.

Dalam Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, Khofifah menekankan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar statistik. Capaian ini merupakan bukti nyata efektivitas pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.

Jawa Timur menunjukkan performa ekonomi yang kuat sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi provinsi ini tercatat 5,33 persen secara tahunan (year on year). Angka ini melampaui target RKPD yang ditetapkan antara 4,80 hingga 5,20 persen.

Kontribusi signifikan juga diberikan terhadap perekonomian nasional, mencapai 14,40 persen. Stabilitas harga juga terjaga dengan baik di tengah pertumbuhan ini. Tingkat inflasi Jatim berada di angka 2,93 persen (yoy).

Angka inflasi tersebut masih dalam kisaran target nasional. Hal ini didukung oleh kebijakan intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang efektif. Kebijakan tersebut berfokus pada pengendalian distribusi dan stabilisasi harga.

Dari sisi keuangan daerah, pendapatan daerah hingga 31 Desember 2025 terealisasi Rp29,88 triliun. Jumlah ini 104,65 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, belanja daerah mencapai Rp31,20 triliun atau 93,82 persen.

Sektor investasi di Jawa Timur mencatat rekor tertinggi dalam enam tahun terakhir. Realisasi investasi mencapai Rp147,7 triliun pada tahun 2025. Pencapaian ini menunjukkan daya tarik investasi yang kuat di provinsi tersebut.

Selain investasi, kinerja ekspor Jawa Timur juga menunjukkan peningkatan yang solid. Nilai ekspor meningkat sebesar 16,61 persen. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan ekspor nonmigas yang signifikan.

Gubernur Khofifah menyoroti pentingnya kolaborasi dalam mencapai hasil ini. "Dengan semangat kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, capaian fantastis Misi Dagang 2025 ini menjadi fondasi kokoh untuk terus melangkah lebih produktif lagi," ujarnya. Sinergi antara berbagai pihak menjadi kunci utama. Hal ini memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan investasi di Jawa Timur.

Pembangunan di Jawa Timur tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi. Aspek kesejahteraan masyarakat juga menjadi prioritas utama. Angka kemiskinan berhasil diturunkan menjadi 9,30 persen.

Penurunan ini berarti sekitar 89,53 ribu jiwa berhasil keluar dari garis kemiskinan. Selain itu, jumlah desa mandiri juga meningkat pesat. Sebanyak 4.716 desa kini berstatus mandiri, menunjukkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Indikator penting lainnya juga menunjukkan perbaikan signifikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,71 persen, mencerminkan peningkatan kesempatan kerja. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 76,13, serta Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) tercatat 73,43.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memperkuat sumber daya manusia. Program penguatan SDM termasuk penuntasan 100 persen kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sebanyak 26 Sekolah Rakyat juga telah dioperasikan untuk meningkatkan akses pendidikan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi