Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengumumkan keberhasilan signifikan dari program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diinisiasi oleh Kemendagri. Kolaborasi dengan Bulog, Bapanas, dan Kementerian Pertanian ini terbukti ampuh menekan gejolak harga beras di berbagai wilayah Indonesia. Program ini telah memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.
Keberhasilan ini disampaikan langsung oleh Mendagri Tito Karnavian dalam acara GPM Serentak di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, pada hari Sabtu. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan membuahkan hasil. Masyarakat merasakan manfaat langsung dari stabilitas harga beras.
Hingga akhir Agustus 2025, beras SPHP telah menjangkau ribuan kecamatan di seluruh Indonesia. Penyaluran ini berhasil menyentuh jutaan masyarakat yang membutuhkan beras dengan harga terjangkau. Inisiatif ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) menjadi tulang punggung keberhasilan Gerakan Pangan Murah. Hingga akhir Agustus 2025, program ini telah mendistribusikan beras ke 4.662 kecamatan. Jangkauan ini mencakup lebih dari 3,4 juta masyarakat di seluruh Indonesia. Total kebutuhan beras yang disalurkan mencapai sekitar 43 ribu ton.
Data menunjukkan adanya perbaikan signifikan pada harga beras di tingkat daerah. Sebelumnya, sebanyak 233 kabupaten melaporkan kenaikan harga beras yang cukup tinggi. Namun, kini jumlah tersebut menurun drastis menjadi 200 kabupaten yang masih mengalami kenaikan. Bahkan, 55 kabupaten lainnya telah melaporkan penurunan harga beras yang signifikan.
Beras SPHP sendiri bersumber dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan alokasi besar, yakni 1,3 juta ton untuk periode Juli hingga Desember 2025. Harga jual beras ini ditetapkan sebesar Rp12.000 per kilogram, atau Rp60.000 untuk kemasan 5 kilogram. Angka ini jauh di bawah harga pasaran, memberikan keringanan finansial bagi masyarakat.
Advertisement
Di beberapa wilayah, harga beras SPHP bahkan bisa lebih murah lagi, mencapai Rp11.000 per kilogram. Penurunan harga ini terjadi berkat adanya dukungan subsidi dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Inisiatif ini semakin memperkuat daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi.
Advertisement
Keberhasilan Gerakan Pangan Murah tidak lepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak. Program ini mendapat dukungan penuh dari institusi seperti TNI dan Polri. Pemerintah daerah serta BUMD pangan juga turut berperan aktif dalam memastikan distribusi beras merata. Ini mencakup wilayah pelosok desa, kepulauan, hingga daerah pegunungan yang sulit dijangkau.
Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya sinergi ini dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. "Dengan kolaborasi semua pihak, GPM bukan hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga mengendalikan inflasi nasional," tegas Tito. Pernyataan ini menggarisbawahi dampak luas program tersebut.
Program GPM membuktikan bahwa pendekatan lintas sektor sangat efektif dalam mengatasi masalah kenaikan harga pangan. Kerja sama antarlembaga pemerintah dan swasta menghasilkan solusi konkret. Hal ini memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap beras dengan harga yang terjangkau dan stabil.
Advertisement
Pencapaian ini menjadi contoh nyata bagaimana koordinasi yang baik dapat memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat. Stabilitas harga beras yang terjaga merupakan fondasi penting bagi ketahanan pangan nasional. Upaya ini akan terus dilanjutkan untuk menjamin ketersediaan pangan yang merata.
Sumber: AntaraNews