Fakta Unik Gerakan Pangan Murah di Mojokerto: Gelontorkan Beras SPHP Terbanyak se-Indonesia
Pemerintah Kota Mojokerto masifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk penuhi kebutuhan pangan warganya, bahkan Jawa Timur gelontorkan beras SPHP tertinggi se-Indonesia.
Pemerintah Kota Mojokerto baru-baru ini mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya strategis untuk menjamin ketersediaan pasokan kebutuhan pangan bagi seluruh warganya. Langkah ini merupakan bagian dari program nasional yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan di berbagai daerah.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, secara langsung meninjau pelaksanaan GPM di Kantor Kecamatan Prajurit Kulon pada Selasa lalu, yang menjadi salah satu titik dari kegiatan serentak di seluruh Jawa Timur. Peninjauan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan harga bahan pokok tetap terjangkau oleh masyarakat.
Melalui GPM, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok seperti beras SPHP, minyak goreng, sayuran segar, ikan, dan telur dengan harga yang lebih ekonomis. Inisiatif ini bertujuan untuk menstabilkan harga pasar sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah fluktuasi harga komoditas.
Pentingnya Gerakan Pangan Murah untuk Ketahanan Pangan
Gerakan Pangan Murah (GPM) telah ditetapkan sebagai program prioritas nasional yang secara khusus berfokus pada penguatan ketahanan pangan di seluruh wilayah Indonesia. Presiden Republik Indonesia menunjukkan perhatian serius terhadap isu ini, dengan tujuan utama agar masyarakat mampu mencapai swasembada pangan.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi prioritas utama pemerintah pusat. "Gerakan pangan murah ini memang menjadi program nasional dalam rangka ketahanan pangan. Pemerintah pusat, khususnya Pak Presiden, sangat concern agar masyarakat kita mampu mencapai swasembada pangan. Arahnya jelas, ketahanan pangan menjadi prioritas beliau," ujarnya.
Tujuan utama dari GPM ini adalah memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, dapat mengakses dan membeli bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau. Hal ini krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga dan mencegah lonjakan inflasi yang dapat membebani masyarakat.
Kota Mojokerto sendiri diklaim telah berhasil memenuhi tiga dimensi penting dalam ketahanan pangan, yaitu ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga. "Kalau kita bicara tiga dimensi ketahanan pangan, alhamdulillah di Kota Mojokerto semuanya sudah terpenuhi. Artinya gerakan yang masif ini sudah mencapai outcome yang diharapkan," katanya.
Detail Pelaksanaan GPM di Mojokerto dan Jawa Timur
Dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) kali ini, Perum Bulog di Mojokerto berperan aktif dengan menyediakan stok bahan pangan pokok yang signifikan. Untuk setiap kecamatan, Bulog menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak tiga ton dan 120 liter minyak kita.
Selain komoditas utama tersebut, GPM juga menyediakan beragam kebutuhan pangan lainnya untuk memenuhi gizi masyarakat. Tersedia pula sayuran segar yang merupakan hasil dari Kelompok Wanita Tani (KWT) lokal, serta pasokan ikan dan telur yang cukup.
Secara serentak di Jawa Timur, GPM dilaksanakan di 828 titik penyaluran. Titik-titik ini tersebar di 222 kantor kecamatan, 378 polsek, 212 koramil, dan 16 lokasi lainnya, menunjukkan jangkauan program yang sangat luas dan merata. Beras SPHP dijual dengan harga Rp55.000 per lima kilogram, harga yang dinilai terjangkau bagi masyarakat.
Perum Bulog Jawa Timur juga melaporkan penyaluran 10.526 liter minyak goreng dan 3.285 kilogram gula dalam GPM kali ini. Total beras SPHP yang digelontorkan untuk GPM serentak di Jawa Timur mencapai 2.491 ton, angka ini merupakan yang tertinggi di tingkat provinsi seluruh Indonesia, menunjukkan skala besar upaya ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Sinergi Berbagai Pihak demi Kelancaran GPM
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyatakan optimismenya bahwa kebutuhan pangan warga Kota Mojokerto akan tetap terjaga berkat Gerakan Pangan Murah (GPM) yang masif ini. Keyakinan ini didasari oleh dukungan penuh dari berbagai pihak yang turut serta menyukseskan program.
Sinergi yang kuat terjalin antara pemerintah daerah dengan institusi keamanan dan hukum. TNI, Polri, serta Kejaksaan secara aktif terlibat dalam menjaga kelancaran dan keberlangsungan program GPM di lapangan, memastikan proses distribusi berjalan aman dan tertib.
Keterlibatan berbagai pihak ini tidak hanya memperkuat aspek pengawasan, tetapi juga mempercepat proses penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini menunjukkan komitmen bersama untuk mencapai tujuan ketahanan pangan secara efektif.
Dengan dukungan dan koordinasi yang solid, diharapkan GPM dapat terus menjadi solusi efektif dalam menstabilkan harga pangan dan memastikan aksesibilitas pangan bagi seluruh masyarakat Kota Mojokerto dan Jawa Timur pada umumnya.
Sumber: AntaraNews