Stok BBM Jelang Ramadhan 2026 Dipastikan Aman oleh BPH Migas
BPH Migas menjamin stok BBM Jelang Ramadhan 2026 dan Idul Fitri berada di atas batas minimum coverage days, memastikan pasokan energi nasional tetap aman dan lancar.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman. Kepastian ini disampaikan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan serta perayaan Idul Fitri 2026 yang akan segera tiba.
Menurut Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, hasil pemantauan menunjukkan stok BBM berada di atas batas minimum coverage days yang telah ditetapkan. Kondisi ini mencakup bensin, solar, avtur, dan kerosin, menunjukkan kesiapan optimal.
Jaminan ketersediaan energi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Indonesia. Hal ini khususnya dalam menyambut peningkatan mobilitas dan kebutuhan energi selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Kesiapan Stok BBM Nasional Memadai
Wahyudi Anas menjelaskan bahwa pemantauan BPH Migas menunjukkan stok bensin (gasoline) berada di atas 25 hari coverage days. Sementara itu, stok solar (gasoil) juga melebihi 15 hari coverage days.
Selain itu, ketersediaan avtur tercatat dengan coverage days 29,9 hari, dan kerosin mencapai 20,1 hari. Angka-angka ini menunjukkan bahwa stok BBM nasional sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan.
Kondisi stok yang stabil dan di atas batas minimum ini sangat krusial. Ini menjamin kelancaran aktivitas masyarakat selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Distribusi BBM Subsidi di Wilayah Bencana Terjamin
Pembahasan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi XII DPR RI di Medan juga fokus pada distribusi BBM subsidi. Terutama di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera, ketersediaan pasokan telah dipastikan.
Wahyudi Anas menegaskan bahwa stok BBM subsidi dan kompensasi untuk kendaraan berat tersedia memadai. Pasokan ini juga mendukung operasional posko serta kebutuhan energi di hunian sementara (huntara) bagi korban bencana.
BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) terus bersinergi menjaga stabilitas pasokan BBM. Komitmen ini bertujuan menopang pemulihan kegiatan masyarakat di wilayah bencana.
“BPH Migas memastikan distribusi BBM subsidi dan kompensasi negara di wilayah bencana Sumatra telah terpenuhi dengan baik. Pasokan ini sangat krusial untuk mendukung mobilitas alat berat, operasional posko, hingga penyediaan energi di hunian sementara,” jelas Wahyudi.
Apresiasi DPR RI dan Sinergi Lintas Instansi
Anggota Komite BPH Migas, Baskara Agung Wibawa, mengungkapkan respons positif dari Komisi XII DPR RI. Mereka mengapresiasi sinergi penanganan bencana di Sumatera, termasuk pemulihan sektor energi yang progresif.
PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dan PT PLN juga telah memaparkan kesiapan mereka secara menyeluruh. Kesiapan ini mencakup pasokan energi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Wakil Ketua Komisi XII DPR, Bambang Haryadi, menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi. Menurutnya, kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.
“Di tengah kepahitan atau bencana yang melanda saudara-saudara kita, saya berharap PLN dan Pertamina bisa membantu meringankan beban atau memberikan kebahagiaan dengan memastikan pasokan listrik maupun BBM tetap terkendali dan tercukupi,” sebut Bambang Haryadi.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Anggota Komisi XII DPR lainnya seperti Aqib Ardiyansyah, Ade Jona Prasetyo, Ateng Sutisna, Irsan Sosiawan, dan Ratna Juwita Sari. Turut hadir pula Direktur Pembinaan Program Migas Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM Hendra Gunawan, Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Wanhar, Direktur Retail & Niaga PLN Adi Priyanto, serta Direktur Optimasi Hilir & Distribusi PPN Hari Purnomo.
Sumber: AntaraNews