BPH Migas Pastikan Pasokan Energi Lebaran 2026 Aman, Masyarakat Tak Perlu Khawatir
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan energi Lebaran 2026, termasuk BBM dan LPG, akan mencukupi. Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir karena cadangan energi dipastikan aman untuk periode Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hi
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah memastikan ketersediaan pasokan energi yang memadai untuk menghadapi periode Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Penegasan ini disampaikan setelah tim BPH Migas melakukan pemantauan langsung di Refinery Unit VI Balongan milik PT Pertamina (Persero) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Anggota Komite BPH Migas sekaligus Ketua Tim Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Erika Retnowati, menyatakan bahwa pemerintah secara berkelanjutan memastikan pasokan energi tetap memadai dan andal selama Idul Fitri 2026. Pemantauan ini mencakup bahan bakar minyak (BBM), liquefied petroleum gas (LPG), serta pasokan listrik.
Langkah proaktif ini diambil untuk menjamin kelancaran distribusi dan ketersediaan energi bagi masyarakat luas, khususnya selama masa mudik dan perayaan hari raya. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak perlu cemas mengenai kebutuhan energi mereka.
Strategi BPH Migas Jaga Ketersediaan Energi
Kilang Balongan memiliki peran strategis dalam menyuplai berbagai produk BBM dan LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Jawa Barat hingga Daerah Khusus Jakarta. Hal ini menjadikan pemantauan di lokasi tersebut sangat krusial untuk memastikan stabilitas pasokan.
Pemerintah, bersama dengan badan usaha yang ditugaskan, terus meningkatkan cadangan BBM sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan konsumsi selama masa mudik dan libur hari raya. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Erika Retnowati menegaskan bahwa posisi cadangan bensin per hari ini mencapai 25 hari, sementara untuk produk tertentu seperti Pertadex, cadangannya bahkan mencapai 45 hari. Ketersediaan avtur yang dibutuhkan masyarakat juga aman dengan cadangan mencapai 37 hari.
Dengan kondisi cadangan yang kuat ini, BPH Migas meyakinkan masyarakat agar tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri 2026. Distribusi energi terus dipastikan berjalan lancar agar kebutuhan masyarakat terpenuhi secara aman dan andal.
Kesiapan Listrik Nasional Hadapi Puncak Konsumsi
Selain BBM dan LPG, BPH Migas juga memastikan sistem ketenagalistrikan nasional memiliki cadangan daya yang memadai untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem kelistrikan nasional berada dalam posisi yang cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri 2026.
Erika menjelaskan bahwa beban puncak listrik saat Idul Fitri diperkirakan akan mencapai 31.000 MW, sedangkan daya mampu pasoknya adalah 51.000 MW. Ini berarti terdapat cadangan sebesar 16.000 MW, atau sekitar 48 persen dari keseluruhan pasokan.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), Laode Sulaeman, turut menjelaskan bahwa pemenuhan kebutuhan energi, baik BBM, LPG, maupun minyak mentah (crude oil), pada periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026 berjalan baik dan dalam kondisi aman.
Laode juga menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu panik dengan kondisi saat ini karena semua pasokan tersedia. Inovasi juga terus dilakukan, antara lain dengan pemanfaatan BBM yang optimal sesuai dengan kebutuhan.
Sumber: AntaraNews