BPH Migas Pastikan Penyaluran Gas Bumi Lebaran Jateng Aman
Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan penyaluran gas bumi di Jawa Tengah dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri. Penyaluran gas bumi Lebaran Jateng menjadi.
Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah menegaskan komitmennya untuk memastikan pasokan gas bumi di wilayah Jawa Tengah tetap aman. Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran aktivitas masyarakat dan industri selama periode libur panjang Lebaran. Kesiapan infrastruktur dan operasional menjadi prioritas utama dalam menghadapi peningkatan kebutuhan energi.
Anggota Komite BPH Migas, Arief Wardono, secara langsung memantau keandalan penyaluran gas bumi melalui pipa di Jawa Tengah. Pemantauan ini meliputi fasilitas untuk sektor industri maupun rumah tangga, menunjukkan perhatian serius BPH Migas terhadap stabilitas pasokan energi. Kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari upaya proaktif pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Arief Wardono melakukan peninjauan ke fasilitas Onshore Receiving Facility (ORF) Tambak Lorok dan ORF Tambak Rejo di Semarang, Jawa Tengah, pada tanggal 13-14 Maret 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan badan usaha dalam menjaga penyaluran gas bumi selama periode Ramadan dan Idul Fitri (Rafi) 2026. BPH Migas adalah badan yang dibentuk untuk melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi serta Pengangkutan Gas Bumi melalui pipa pada Kegiatan Usaha Hilir. [3, 4, 5, 7, 9]
Pemantauan Infrastruktur Gas Bumi di Jawa Tengah
Saat meninjau ORF Tambak Lorok yang dioperasikan oleh PT Kalimantan Jawa Gas (KJG), Arief Wardono menyoroti peran strategis infrastruktur ini. KJG menyalurkan gas bumi dari sektor hulu hingga hilir untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri, komersial, jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga, hingga pembangkit listrik milik PT PLN di Jawa Tengah. [13, 14]
Meskipun pasokan gas bumi dari sumber Lapangan Kepodang tidak terlalu besar, infrastruktur KJG sangat vital bagi Jawa Tengah. Gas ini disalurkan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), jargas, dan PT PLN, mendukung berbagai sektor penting. [10, 13] BPH Migas mengapresiasi kinerja KJG dalam menjaga performa operasional gas bumi, tidak hanya selama periode Rafi tetapi juga dalam kesiapan harian.
Kemudian, saat memantau ORF Tambak Rejo yang dioperasikan oleh PT Pertamina Gas (Pertagas) Operation East Java Area, Arief Wardono menekankan pentingnya menjaga keandalan infrastruktur gas bumi. Hal ini harus tetap terjaga selama periode Lebaran, meskipun sejumlah industri mengurangi aktivitas operasional. [19, 20, 22, 23, 24]
Selain industri, kesiapan penyaluran gas bumi kepada masyarakat melalui pelayanan jargas kota di Jawa Tengah juga harus dipastikan tanpa gangguan. Arief Wardono menyampaikan apresiasi kepada tim Pertagas yang terus bertugas menjaga pasokan gas bumi kepada masyarakat hingga periode Rafi berakhir. [19, 20, 22, 23, 24]
Kesiapan Satgas dan Layanan Tambahan Jelang Lebaran
PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) dan PT Pertamina Gas (Pertagas) menyatakan telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus selama periode Lebaran 2026. Satgas ini dibentuk untuk memastikan keandalan sistem distribusi gas bumi dan bersiaga selama 24 jam guna menjaga kelancaran penyaluran energi kepada pelanggan. [10, 13, 19, 20]
Selain memantau pasokan gas bumi, BPH Migas juga memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi pemudik. Arief Wardono meninjau langsung Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Rest Area KM 379A Batang, Jawa Tengah, untuk memastikan stok BBM cukup dan pelayanan berjalan baik. [15]
Sales Area Manager Area Semarang PT Pertamina Patra Niaga, Achmad Rifqi, menjelaskan berbagai fasilitas tambahan yang telah disiapkan. Fasilitas ini bertujuan untuk menjaga pasokan energi di jalur mudik wilayah Jawa bagian tengah selama periode Lebaran. [6, 8, 11, 12, 15]
- 309 SPBU buka selama 24 jam.
- 59 mobile storage tersedia.
- 22 Pertamina Delivery Services (PDS) siap beroperasi.
- 22 SPBU modular ditempatkan di seluruh rest area.
BPH Migas berkomitmen terus memantau keandalan BBM untuk menjamin kenyamanan pemudik yang sedang melakukan perjalanan. [15] Pertamina Patra Niaga juga mengoptimalkan kapasitas tangki penyimpanan dan memastikan pengiriman rutin untuk semua jenis energi, termasuk BBM jenis gasoline, gasoil, LPG, dan avtur. [12]
Sumber: AntaraNews