Rupiah Turun Lagi Sore Ini di Level Rp 16.776
Faktor militer AS menembak jatuh drone Iran turun menjadi faktor rupiah kembali melemah.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi, mencatat nilai tukar rupiah mengalami pelemahan di level Rp 16.776 pada penutupan perdagangan sore ini.
"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 23 poin sebelumnya sempat melemah 25 poin di level Rp 16.776 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.754," kata Ibrahim dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).
Faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah di antaranya, kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, setelah militer AS menembak jatuh drone Iran yang "secara agresif" mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab.
Insiden tersebut terjadi ketika ketegangan di Timur Tengah tinggi, dengan Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan potensi serangan militer terhadap Republik Islam Iran.
Sementara itu, Iran menuntut agar pembicaraan dengan AS minggu ini berlangsung di Oman, bukan di Turki, dan agar ruang lingkupnya dibatasi hanya pada percakapan dua arah mengenai isu nuklir, yang memperumit upaya diplomatik yang sudah rumit. Para pedagang akan memantau dengan cermat perkembangan seputar negosiasi AS-Iran.
Data Manufaktur AS dan The Fed
Selain itu, data manufaktur AS yang telah memperkuat pandangan bahwa The Fed mampu bersabar sebelum melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter.
Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) Institute for Supply Management (ISM) melonjak menjadi 52,6 pada Januari dari 47,9 pada Desember, jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 48,5, sementara PMI Manufaktur Global S&P sedikit meningkat menjadi 52,4 dari 51,9.
Saat ini para pedagang menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed setelah The Fed memutuskan suku bunga tidak berubah pada pertemuannya di bulan Januari dan penunjukan Warsh oleh Presiden Trump. Pasar keuangan saat ini memperkirakan hampir 66% kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan Juni, menurut alat CME FedWatch.
"Fokus pasar hari ini adalah laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP, yang dijadwalkan akan dirilis malam nanti pukul 20.15 WIB," ujarnya
Faktor Internal
Pernyataan Bank Dunia yang menilai Indonesia sulit keluar dari jebakan status negara berpendapatan menengah atau midlle income-trap turut mempengaruhi pelemahan rupiah.
Menurut Bank Dunia, jika Indonesia tidak melakukan reformasi struktural yang lebih dalam pada iklim usaha dan investasinya. Meskipun Indonesia telah mencatat kemajuan signifikan dan menunjukkan kinerja ekonomi yang cukup baik. Pasalnya masih terdapat sejumlah tantangan mendasar, terutama terkait kualitas lingkungan usaha.
"Persoalan tersebut sangat krusial karena Indonesia, seperti negara lain pada tingkat pendapatan yang sama, harus beralih ke mesin pertumbuhan baru. Model pertumbuhan yang membawa Indonesia ke posisi saat ini dinilai tidak lagi memadai untuk mendorong ekonomi menuju level pendapatan tinggi," pungkasnya.