Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Tekanan Diprediksi Berlanjut
Rupiah melemah hingga tembus Rp17.300 per dolar AS. Analis memprediksi level Rp17.400 bisa tercapai akhir April akibat tekanan geopolitik global.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah signifikan dan menembus level Rp17.300 pada perdagangan Kamis (23/4/2026).
Pengamat ekonomi dan pasar keuangan Ibrahim Assuaibi menyebut pelemahan ini terjadi lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
"Hari ini rupiah tembus di atas Rp 17.300," kata Ibrahim kepada wartawan, Kamis.
Mengapa Lebih Cepat dari Proyeksi?
Menurut Ibrahim, level Rp17.300 yang kini tercapai seharusnya baru terjadi dalam jangka waktu lebih panjang. Bahkan, target nilai tukar Rp17.400 yang sebelumnya diproyeksikan untuk sepanjang 2026, berpotensi tercapai dalam waktu dekat.
"Artinya, ekspetasi Rp 17.300 sudah kena di hari Kamis dan kemungkinan besar di akhir April yaitu minggu depan kemungkinan akan tembus level Rp 17.400, Rp 17.400 sebenarnya awalnya itu adalah ekspetasi tahun 2026, tetapi kenyataannya di bulan April kemungkinan besar akan tercapai di Rp 17.400," jelasnya.
Perkembangan ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah meningkat lebih cepat dari estimasi awal.
Ia menilai pelemahan rupiah dipengaruhi faktor eksternal, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran.
Situasi memanas setelah Iran menolak perundingan dengan Amerika Serikat yang dimediasi Pakistan. Penolakan tersebut terjadi setelah adanya insiden yang dinilai melanggar kesepakatan, termasuk penguasaan kapal tanker Iran di Selat Hormuz.
"Salah satu penyebabnya yang pertama adalah tentang masalah eksternal dimana dalam pertemuan di minggu ini antara Amerika dengan Iran yang dipasilitasi oleh Pakistan, nah Iran tidak ikut dalam perundingan tersebut dikarenakan Amerika sudah menyalahi aturan dalam kebijakan senjata dengan melakukan penangkapan, ya penguasaan terhadap kapal tanker Iran yang melewati selat Hormuz," pungkasnya.