Surya Paloh Yakin Rupiah Bangkit Usai Pemaparan Ekonomi Prabowo: Modal Kita Terakhir Optimisme Sendiri
Surya pun mengingatkan bahwa kebijakan ekonomi makro dan fiskal harus didukung dengan komitmen bersama.
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengaku optimistis nilai tukar rupiah akan menguat usai Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027.
“Selain optimisme apalagi yang kita punya? Itu barangkali yang perlu kita pahami. Modal kita yang terakhir adalah optimisme itu sendiri,” kata Surya ditemui usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (20/5), demikian dikutip dari Antara.
Surya Paloh berharap publik juga bisa menjaga optimisme tersebut. “Tinggal optimisme itu. Kalaupun itu selesai, ya, kita tidak punya apa-apa lagi,” ujar dia.
Menurut dia, pidato Presiden Prabowo membangun semangat patriotisme, terutama mengenai penekanan pentingnya berpegang teguh pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar Tahun 1945 tentang sistem perekonomian nasional.
Surya pun mengingatkan bahwa kebijakan ekonomi makro dan fiskal harus didukung dengan komitmen bersama.
Target Nilai Tukar Rupiah
Diketahui, pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak berada pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 dalam KEM-PPKF Tahun Anggaran 2027.
"Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia," kata Presiden Prabowo dalam rapat paripurna DPR RI saat memaparkan dokumen KEM-PPKF 2027.
Target asumsi makro tersebut ditetapkan pemerintah di tengah tekanan berat pada mata uang domestik yang sempat menyentuh rekor terlemah sepanjang sejarah di level Rp17.706 per dolar AS pada penutupan perdagangan pasar spot pertengahan Mei 2026.
Melalui bauran kebijakan fiskal yang terukur, pemerintah juga memproyeksikan laju inflasi domestik dapat dikendalikan ketat pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen untuk menopang stabilitas daya beli masyarakat dan nilai tukar.
Asumsi nilai tukar rupiah ini melengkapi indikator makro fiskal lainnya, termasuk target suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun yang dipatok bergerak pada rentang 6,5 hingga 7,3 persen.