Biaya Impor Naik Imbas Pelemahan Rupiah, Pemerintah Subsidi Harga Kedelai Rp2.000 per Kg
Zulkifli mengatakan, kedelai impor masih jadi mayoritas bahan baku untuk diolah di dalam negeri.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengakui bahwa ada kenaikan biaya impor kedelai imbas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Untuk itu, pemerintah menyiapkan subsidi harga kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram (kg).
Zulkifli mengatakan, kedelai impor masih jadi mayoritas bahan baku untuk diolah di dalam negeri. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) membuat harga bahan baku tahu-tempe ini meningkat.
"Tadi kami sudah memutuskan rapat di sini, kedelai yang hampir 100 persen impor itu, tentu akan terkait harganya, mungkin tidak naik tapi ukurannya kurang," kata Zulkifli di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (9/6).
Pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram untuk 250.000 ton tahap pertama. Prosesnya nanti akan ditangani oleh Perum Bulog.
"Ya dolar kan (naik dari) Rp16.500 jadi Rp18.000, sebetulnya tidak sampai Rp2.000 kan, tapi kita tadi kasih Rp2.000 per kilogram, untuk 250.000 ton pertama, nanti Bulog ya akan (menjelaskan) teknisnya seperti apa," beber dia.
Zulkifli mengatakan, keputusan dalam rapat koordinasi ini akan diteruskan ke Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
"Kita putuskan di sini, nanti akan diusulkan, nanti yang teknis selanjutnya tentu Menteri Perekonomian bersama Kementerian Keuangan, kami akan buat surat ke sana, tapi ini sudah lapor ke Bapak Presiden," ujarnya.
Rupiah Melemah Tembus Rp18.200 per USD
Sebelumnya, Nilai tukar rupiah menembus angka Rp18.200 per dolar per dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (9/6) pagi. Analis memprediksi rupiah bisa melemah hingga level Rp19.000 per dolar AS.
Mengutip Google Finance, pada pukul 07.05 WIB, rupiah masih di angka Rp18.025 per dolar AS. Tak lama kemudian atau pada pukul 07.10 WIB, rupiah kembali tertekan dengan turun ke angka Rp18.229 per dolar AS.
Sepanjang tahun ini, rupiah memang terus mengalami tekanan dengan turun hampir 10 persen. Di awal tahun, rupiah masih di kisaran Rp16.683 per dolar AS.
Bapanas Wanti-Wanti Importir
Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta para importir dan distributor kedelai harus mematuhi harga acuan penjualan (HAP) yang telah ditetapkan. Jika tidak, ada sanksi tegas yang disiapkan bagi para importir atau distributor nakal.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan, perintah itu datang dari Menteri Pertanian/Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman.
"Kami sudah memastikan ke importir untuk menjaga agar harga acuan dipastikan diberlakukan. Jangan sampai menaikkan melebihi harga acuan. Kami perintahkan, kami minta, dan ini juga memang amanat dari Bapak Menteri Pertanian sekaligus Bapak Kepala Bapanas," kata Ketut dalam keterangan resmi, Rabu (15/4).
Ada Sanksi
Dia menegaskan ada sanksi yang akan diberikan kepada importir maupun distributor jika harga kedelai terlampau mahal di tingkat pengrajin tahu tempe. Dia meminta importir dan distributor tidak mengambil untung terlalu besar.
"Jadi kalau ada yang melebihi ketidakwajaran, kami bisa mencabut izin distributor, menahan izin importir. Sekali lagi, arahan Bapak Kepala Bapanas, kasih rambu-rambu bagi importir dan distributor sehingga tidak serta-merta menaikkan. Keuntungannya jangan berlebihan sehingga kewajaran perlu dijaga," tegas dia.
Ketut mengamini adanya kenaikan harga kedelai impor. Meski begitu, kenaikan harganya dinilai masih dalam batas wajar. "Kami intensif berkoordinasi dengan teman-teman importir. Bagaimana kondisinya saat ini, artinya naiknya tapi masih tidak terlalu signifikan dan dalam kategori sangat wajar. Namun demikian, secara ketentuan harga saat ini masih sesuai dengan harga acuan yang kita tetapkan," tutur Ketut.