Reksa Dana Saham Bersinar, Catat Imbal Hasil 17,23 Persen
Capaian ini mencerminkan daya tahan sekaligus meningkatnya kepercayaan investor terhadap instrumen investasi tersebut.
Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) mencatat kinerja industri reksa dana sepanjang 2025 menunjukkan hasil yang solid di tengah dinamika pasar keuangan. Capaian ini mencerminkan daya tahan sekaligus meningkatnya kepercayaan investor terhadap instrumen investasi tersebut.
Berdasarkan indeks reksa dana dari data Pasardana.id, reksa dana saham membukukan imbal hasil tertinggi sebesar 17,23% per akhir tahun 2025, diikuti reksa dana campuran 12,48%, reksa dana pendapatan tetap 6,96%, dan reksa dana pasar uang 3,18%.
"Capaian kinerja reksa dana saham selaras dengan penguatan pasar saham domestik, dimana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh 22,13% di sepanjang 2025,” kata Ketua Presidium APRDI, Lolita Lilana, Sosialisasi PINTAR Reksa Dana & Pre-Event Pekan Reksa Dana di Gedung BEI, Jakarta, Senin (20/4).
Pertumbuhan AUM
Sementara itu, pertumbuhan AUM di tahun 2025 terutama ditopang oleh reksa dana pendapatan tetap yang mencatatkan kenaikan tertinggi (67,04%), diikuti oleh reksa dana pasar uang (60,03%), reksa dana terproteksi (11,15%), dan reksa dana saham (3,51%).
Disisi lain, reksa dana indeks justru mengalami kontraksi (-1.64%). Pola ini menunjukkan preferensi investor domestik yang cenderung konservatif hingga moderat di tengah dinamika pasar dan peningkatan risiko.
Adapun APRDI terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi reksa rana melalui penyelenggaraan Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana (SOSEDU APRDI 2026) melalui kampanye #ReksaDanaAja.
Kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian Road to Pekan Reksa Dana 2026 yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO).
Inisiatif ini mencerminkan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pemahaman masyarakat terhadap investasi reksa dana yang dikelola secara profesional, transparan, serta memberikan rasa tenang dalam berinvestasi.
Literasi Kunci Pertumbuhan Reksadana
Lebih lanjut Lolita menegaskan bahwa penguatan literasi merupakan kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan industri, "SOSEDU APRDI 2026” menghadirkan kelas edukasi bagi mahasiswa di sejumlah kota besar.
“Di Jakarta, kami menyelenggarakan kelas edukasi bagi jurnalis sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi investasi reksa dana di kalangan media, sehingga dapat mendorong penyampaian informasi investasi secara akurat dan kredibel kepada masyarakat," ujarnya.
Rangkaian Road to Pekan Reksa Dana 2026 digelar di sejumlah kota, yaitu Surabaya (7-8 April), Semarang (9-10 April), Medan (14-15 April), Makassar (16-17 April), Jakarta (20 April), Bandung (20-21 April) dan Palembang (23 April).
Sebagai puncak kegiatan, pada 27 April 2026 akan diselenggarakan seremoni peluncuran program PINTAR Reksa Dana dan kampanye #ReksaDanaAja yang akan dirangkaikan dengan penyelenggaraan Pekan Reksa Dana 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Adapun Pekan Reksa Dana akan berlangsung pada 25 April hingga 1 Mei 2026.