Indonesia disebut pasar potensial investasi reksa dana
Merdeka.com - Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Denny Taher menilai Indonesia adalah negara yang mempunyai potensi sangat besar bagi pasar reksa dana. Tidak hanya jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta lebih, pertumbuhan segmen kelas menengah yang pesat juga potensial bagi bisnis reksa dana di Indonesia.
"Pertumbuhan segmen kelas menengah terhitung sekitar 45 juta orang. Peningkatan jumlah usia produktif, usia rata-rata orang Indonesia adalah 27 tahun," kata Denny di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (20/3).
Potensi ini akan dimanfaatkan oleh APRDI untuk meningkatkan penetrasi pasar reksa dana di Indonesia. Oleh sebab itu, APRDI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang mengupayakan peluang distribusi reksa dana secara luas.
"Mendukung OJK dan SRO untuk mencapai kesusksesan program sosialisasi. Rencana peraturan untuk membuka peluang distribusi reksa dana untuk menjangkau lebih banyak orang di semua bidang," jelas Denny.
Saat ini, distribusi reksa dana sebagian besar masih di dominasi oleh perbankan. Ke depan, diharapkan, masyarakat bisa memperoleh reksa dana semudah memperoleh barang-barang konsumsi lainnya.
"Sekarang rata-rata 95 persen lewat perbankan, selebihnya kita distribusi sendiri. Tapi seharusnya bisa lewat asuransi, finansial advisor, independen distribusi, harusnya gampang, mudah dan bisa diakses di mana-mana seperti barang-barang konsumsi lainnya," tutup Denny. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya