Prediksi IHSG Hari Ini, Lengkap dengan Rekomendasi Saham untuk Investor
Jika tekanan sentimen global masih berlanjut, IHSG berpotensi kembali menguji area 7.300.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi dikisaran 7.320 hingga 7.350.
"Untuk perdagangan hari ini, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi. Secara teknikal, area support terdekat berada di kisaran 7.320 hingga 7.350, sedangkan resistance jangka pendek berada di area 7.450 hingga 7.500," kata Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana, dalam keterangannya, Kamis (12/3).
Jika tekanan sentimen global masih berlanjut, IHSG berpotensi kembali menguji area 7.300. Namun, apabila tensi geopolitik mulai mereda dan arus dana asing kembali stabil, peluang terjadinya rebound teknikal menuju kisaran 7.450 masih terbuka.
Menurut Hendra, di tengah dinamika yang diliputi ketidakpastian, pasar saham Indonesia juga masih dihadapkan pada tekanan sentimen global, khususnya meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu volatilitas di pasar keuangan dunia.
Ketidakpastian terkait konflik tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global dan potensi kenaikan inflasi, sehingga investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham dan beralih ke aset yang dianggap lebih aman.
"Kondisi ini membuat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan menjadi lebih sensitif terhadap perkembangan eksternal dalam jangka pendek," ujarnya.
Investor Cenderung Lebih Selektif
Menurut Hendra, dalam kondisi pasar seperti saat ini, investor cenderung lebih selektif dalam memilih saham dengan fundamental yang kuat serta likuiditas yang tinggi.
Saham-saham perbankan besar, telekomunikasi, dan beberapa emiten berbasis teknologi masih berpotensi menjadi penopang indeks karena dinilai lebih defensif terhadap gejolak eksternal.
Sementara itu, saham yang berbasis komoditas dan industri bahan baku cenderung lebih volatil karena sensitif terhadap pergerakan harga energi dan dinamika ekonomi global.
"Oleh karena itu, strategi yang lebih bijak bagi investor adalah tetap menjaga disiplin manajemen risiko sambil memanfaatkan momentum koreksi pasar untuk melakukan akumulasi secara bertahap pada saham-saham berfundamental kuat," pungkasnya.