Kata Pengamat Soal Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksi lanjut menguat dan menguji level 7.400. Pergerakan dipengaruhi sentimen global, arus dana asing, dan nilai tukar rupiah.
Pengamat pasar modal Hendra Wardana memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (27/3/2026).
Secara teknikal, IHSG diperkirakan menguji area 7.339 hingga resistance psikologis di level 7.400.
"Untuk perdagangan besok (Jumat, 27 Maret 2026) secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji area MA10 di kisaran 7.339 serta resistance psikologis di level 7.400," kata Hendra.
Ia menjelaskan, apabila IHSG mampu menembus level tersebut dengan dukungan volume transaksi yang meningkat, maka indeks berpeluang melanjutkan kenaikan menuju kisaran 7.450–7.500 dalam jangka pendek.
Namun, jika gagal menembus 7.400, pergerakan IHSG diperkirakan akan berada dalam fase konsolidasi di rentang 7.200–7.400.
Sentimen Global dan Domestik Dorong Penguatan
Optimisme pasar muncul setelah IHSG mencatat kenaikan sebesar 2,75% ke level 7.302 pada perdagangan Kamis (26/3/2026) usai libur Lebaran.
Kenaikan ini dinilai sebagai respons terhadap kondisi global dan domestik yang relatif stabil.
Penguatan bursa saham Asia turut memberikan sentimen positif, ditambah dengan aliran dana asing yang mulai masuk meskipun belum signifikan.
Dari dalam negeri, wacana penyesuaian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipandang sebagai sinyal disiplin fiskal pemerintah.
"Bagi investor, stabilitas fiskal sangat penting karena akan menjaga stabilitas rupiah, imbal hasil obligasi, serta menjaga rating kredit Indonesia tetap stabil, sehingga pada akhirnya mendukung iklim investasi di pasar saham," ujarnya.
Rupiah dan Dana Asing Masih Jadi Penentu
Meski demikian, Hendra menilai tekanan eksternal belum sepenuhnya mereda. Nilai tukar rupiah yang masih berada di kisaran Rp16.900 per dolar AS menunjukkan adanya faktor global yang perlu diwaspadai.
Selain itu, kenaikan harga emas dan penurunan harga minyak dunia mencerminkan kondisi pasar global yang belum sepenuhnya stabil.
"Oleh karena itu, pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh pergerakan dana asing dan nilai tukar rupiah," ujarnya.
Pada perdagangan Kamis (26/3/2026), IHSG sempat dibuka menguat ke level 7.313,66 dari penutupan sebelumnya di 7.302,12.
Namun, indeks kemudian berbalik melemah dan pada pukul 09.30 WIB tercatat turun 0,21% ke level 7.286,86. Indeks LQ45 juga terkoreksi 0,30% ke posisi 743,93.