IHSG Berpeluang Bertahan di Atas 9.000, Ini Rekomendasi Saham Menurut Analis
IHSG diproyeksikan menguat terbatas hari ini dengan support 9.007 dan resistance 9.125, meski tekanan dari bursa Asia dan Wall Street masih terasa.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan tetap berada di jalur penguatan terbatas, meski sentimen dari pasar global cenderung menekan.
Analis Pasar Modal sekaligus Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, menilai peluang penguatan masih terbuka seiring dukungan teknikal dan sentimen dari dalam negeri.
“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 9.007 dan resistance pada level 9.125 dengan kecenderungan menguat,” kata Reza dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Bursa Asia Melemah, IHSG Masih Bertahan
Pada perdagangan pagi, mayoritas bursa Asia dibuka di zona merah. Indeks Nikkei 225 tercatat turun 0,32 persen, sementara Indeks Hang Seng melemah 0,29 persen.
“Pada pagi ini (saat laporan ini dibuat), mayoritas melemah. Seperti Indeks Nikkei 225 melemah -0,32 persen dan Indeks Hangseng melemah -0,29 persen,” ujar Reza.
Meski demikian, ia menilai minat beli di pasar domestik masih terlihat dan menopang pergerakan IHSG di tengah tekanan eksternal.
Sentimen BI dan Sinyal Teknikal
Pada perdagangan Kamis (15/1), IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,41. Penguatan tersebut dipimpin sektor consumer cyclicals dan sektor keuangan.
Dari sisi aliran dana, investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp474,49 miliar di pasar reguler, dengan saham yang banyak dikoleksi antara lain Bank Rakyat Indonesia (BBRI), BMRI, PTRO, INCO, dan JPFA.
“Sentimen positif disebabkan para pelaku pasar menantikan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan dilakukan pada 20–21 Januari 2026 dan diperkirakan BI masih akan mempertahankan BI Rate tetap pada level 4,75 persen karena Rupiah yang masih melemah,” jelas Reza.
Secara teknikal, pergerakan IHSG membentuk pola doji dan masih berada di atas MA5 dan MA20. Indikator MACD juga menunjukkan sinyal golden cross.
“Dengan demikian, kami proyeksikan hari ini IHSG akan mengalami penguatan. Berikut saham pilihan hari ini INTP, INET, SCMA, dan SMBR,” ujarnya.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat ditutup mayoritas melemah. Pelaku pasar masih mencermati kinerja sektor perbankan, data inflasi, serta arah kebijakan moneter The Federal Reserve.