Pengamat Pasar Modal Bongkar Strategi Penting untuk Investor Hadapi Perubahan Indeks BEI
Menurut Hendra, baik investor ritel maupun institusi perlu lebih proaktif dalam mengantisipasi saham-saham yang berpotensi masuk atau keluar dari indeks.
Pengamat pasar modal Hendra Wardana menilai perubahan kriteria indeks yang dilakukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada IDX30, LQ45, dan IDX80 akan memicu dinamika baru di pasar saham, khususnya bagi para investor dalam menyusun strategi investasi.
Ia mengungkapkan, dampak paling langsung dari kebijakan ini adalah potensi terjadinya rebalancing besar-besaran. Kondisi ini berisiko memicu pergerakan harga saham yang ekstrem dalam waktu singkat, terutama menjelang dan setelah periode evaluasi indeks.
"Bagi investor, dampak paling nyata adalah potensi terjadinya rebalancing besar-besaran yang dapat memicu pergerakan harga ekstrem dalam waktu singkat, terutama menjelang dan setelah periode evaluasi indeks," kata Hendra kepada Liputan6.com, Selasa (28/4).
Menurut Hendra, baik investor ritel maupun institusi perlu lebih proaktif dalam mengantisipasi saham-saham yang berpotensi masuk atau keluar dari indeks.
Hal ini menjadi krusial, mengingat dominasi dana pasif yang semakin besar di pasar, sehingga pergerakan harga sering kali dipicu oleh faktor teknikal alih-alih fundamental semata.
"Investor ritel maupun institusi perlu lebih proaktif mengantisipasi saham mana yang berisiko keluar atau masuk indeks, karena aliran dana pasif kini semakin dominan di pasar," ujarnya.
Strategi yang Bisa Dilakukan Investor
Dalam kondisi seperti ini, menurut Hendra, strategi yang dapat diambil adalah memanfaatkan dislokasi harga akibat aksi jual paksa sebagai peluang akumulasi, khususnya pada saham dengan fundamental kuat namun mengalami tekanan secara teknikal.
"Strategi yang bisa diambil adalah memanfaatkan potensi dislokasi harga akibat aksi jual paksa sebagai peluang akumulasi pada saham fundamental kuat yang tertekan secara teknikal, serta menghindari saham yang berisiko tinggi terkena eksklusi tanpa dukungan likuiditas yang cukup," ujarnya.
Hendra melihat, ke depan, pendekatan investasi akan semakin bergeser ke arah kombinasi antara analisis fundamental, likuiditas, dan struktur kepemilikan, bukan hanya kapitalisasi pasar semata, sehingga investor yang adaptif terhadap perubahan metodologi indeks akan memiliki keunggulan dalam membaca arah arus dana di pasar.