Kesaksian Anggota Basarnas Selamatkan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi: Banyak Korban Terhimpit Kursi
Rian, salah satu anggota Basarnas yang turut mengevakuasi korban menggambarkan situasi penyelamatan berlangsung mencekam.
Proses evakuasi korban kecelakan kereta di Stasiun Bekasi Timur berlangsung dramatis. Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Media, hingga Pemadam Kebarakan saling berjibaku menyelamatkan para penumpang yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Rian, salah satu anggota Basarnas yang turut mengevakuasi korban menggambarkan situasi penyelamatan berlangsung mencekam.
Dalam situasi gelap dan sempit, Basarnas harus berpacu dengan waktu dalam misi penyelamatan ini. Kondisi lokomotif yang menghantam gerbong perempuan KRL Commuter Line mengakibatkan banyak korban terhimpit kursi dan lantai akibat dorongan lokomotif yang keras.
Kondisi ini membuat proses evakuasi tidak mudah. Sejumlah kendala dihadapi para petugas saat proses penyelamatan.
"Ada korban yang memang terjepit di gerbong kereta. Nah, mungkin kendala kami ya," ungkap Rian kepada Liputan6.com, Selasa (27/4).
Menurut Rian, kendala terbesar yang dirasakan dalam proses evakuasi yaitu penyelematan kepada korban kejepit, sehingga petugas harus memotong bagian-bagian kereta untuk menyelamatkan para korban.
"Nah, mungkin kendala kami ya karena itu, kami harus memotong part-part atau bagian-bagian dari gerbong-gerbong yang ada untuk bisa mengeluarkan si korban," jelas Rian.
Pemotongan Kursi Bukan Hal yang Mudah
Proses pemotongan besi pun bukan hal mudah bagi Rian dan tim Basarnas lainnya. Petugas harus bekerja cepat, namun tetap mengedepankan kehati-hatian. Ditambah ruang sempit yang membatasi pergerakan petugas.
Rian menjelaskan, pemotongan besi ini dilakukan dengan alat khusus, sehingga tidak bisa menggunakan alat sembarang.
"Untuk kondisi korban itu posisi dalam udah meninggal dunia, kondisinya kejepit. Makanya kami agak susah mengeluarkan itu karena harus memotong-motong dulu," sambung dia.
Tak Semua Penumpang Selamat
Tak semua penumpang selamat dari peristiwa ini. Sejumlah korban selamat yang terjepit mengalami benturan keras. Namun, ada pula yang ditemukan meninggal dunia saat proses evakuasi.
"Untuk korban yang selamat ya, yang kami temukan dalam kondisi masih bisa hidup itu, kondisi hidup, cuma terjepit aja mereka," ungkap dia.
Hingga saat ini, ada 14 korban yang dinyatakan meninggal dunia dan 84 luka-luka dalam peristiwa tersebut.