IHSG Merosot Hari Ini Selasa 27 Januari 2025, Analis Ungkap Faktor Pemicunya
Sebagai informasi, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan hari ini langsung mengalami tekanan.
Analis pasar modal sekaligus Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada mengungkap bahwa pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen global yang belum sepenuhnya positif. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung bersikap menahan diri sambil mencermati perkembangan eksternal.
"Jadi, kalau kita lihat dari sentimen yang ada, tampaknya sentimen dari global ya yang belum terlalu cukup positif. Ini pelaku pasar cenderung menahan diri untuk melihat sentimen yang ada," kata Reza kepada Liputan6.com, Selasa (27/1).
Sebagai informasi, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan hari ini langsung mengalami tekanan. Pada Selasa (27/1), IHSG dibuka melemah ke 8.974 dari penutupan sebelumnya di 8.975.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini terus mengalami tekanan. Pada pukul 09.40 WIB, IHSG turun 0,59 persen atau 55 poin ke level 8.920,13.
Sisi Domestik
Menurut Reza, meskipun dari sisi domestik terdapat sejumlah sentimen yang relatif baik, seperti pergerakan nilai tukar Rupiah yang menunjukkan penguatan, namun hal tersebut belum cukup kuat untuk mendorong IHSG bergerak naik signifikan. Penguatan Rupiah dinilai masih terbatas, meski setidaknya memberikan sinyal stabilitas.
"Karena kalau dilihat di dalam negeri kan cukup positif dengan adanya penguatan untuk Rupiah, walaupun kenaikannya tidak terlalu signifikan, tapi paling tidak ada pergerakan yang lebih baik di Rupiah," ujarnya.
Di sisi lain, kinerja emiten secara fundamental disebut masih berada dalam kondisi yang cukup positif. Namun demikian, dominasi sentimen global membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dan belum berani melakukan aksi beli secara agresif di pasar saham.
"Kemudian juga terkait dengan emiten-emiten juga masih positif seharusnya. Cuma memang pelaku pasar masih intensi terhadap sentimen dari global," ujarnya.
Sektor Perbankan hingga Komoditas Menjadi Pemberat IHSG
Reza menjelaskan bahwa berdasarkan pengamatan perdagangan sebelumnya, terdapat sejumlah sektor yang berkontribusi terhadap pelemahan IHSG. Sektor perbankan menjadi salah satu yang mengalami tekanan, diikuti oleh sektor infrastruktur dan komoditas.
Tekanan di sektor-sektor tersebut tercermin dari pergerakan IHSG yang meskipun sempat mencatatkan kenaikan, namun penguatannya relatif terbatas. Bahkan, pada perdagangan sebelumnya IHSG sempat bergerak di zona merah sebelum akhirnya berbalik arah.
"Kalau hari ini saya belum lihat, tapi kalau dilihat dari pandangan kemarin, banyak sektor dari perbankan, kemudian infrastruktur, kemudian komoditas itu menjadi sektor yang mengalami pelemahan," ungkapnya.
Investor Diminta Tetap Waspada
Terkait posisi IHSG yang saat ini sudah berada di kisaran level 8.900-an, Reza menilai bahwa penurunan indeks justru dimanfaatkan sebagian pelaku pasar sebagai momentum untuk melakukan aksi jual. Sentimen negatif yang berkembang mendorong investor melakukan profit taking.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase kehati-hatian. Pelaku pasar belum sepenuhnya melihat adanya katalis kuat untuk mendorong IHSG kembali menguat dalam jangka pendek.
"Sebenarnya kalau kita lihat dari penurunan IHSG ini kan tampaknya memang menjadi momentum bagi pelaku pasar untuk melakukan aksi jual. Ada yang melakukan sentiment negatif yang ada untuk profit taking," pungkasnya.