Analis Proyeksikan IHSG Bergerak di Rentang 8.950–9.150 Pekan Ini
Analis pasar modal memprediksi IHSG bergerak di kisaran 8.950–9.150 pekan ini. Konsolidasi dinilai sehat, dengan perhatian pada sentimen global dan dana asing.
Analis pasar modal sekaligus Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada dalam rentang 8.950 hingga 9.150 sepanjang pekan ini.
“IHSG diperkirakan bergerak dalam fase konsolidasi sehat di level tinggi. Untuk sepekan ke depan, rentang pergerakan indeks diproyeksikan berada di kisaran 8.950 hingga 9.150,” kata Hendra dalam keterangannya, Senin (19/1).
Area Support dan Resistance IHSG
Hendra menjelaskan, area 8.950 hingga 9.000 berpotensi menjadi zona penahan koreksi sekaligus area akumulasi. Sementara itu, kisaran 9.100 hingga 9.150 dinilai sebagai resistance jangka pendek yang rawan aksi ambil untung.
“Selama indeks mampu bertahan di atas area support tersebut, tren menengah IHSG masih tergolong positif dan belum mengarah pada pembalikan tren,” ujarnya.
Ia menambahkan, pergerakan IHSG dalam beberapa waktu terakhir masih didukung saham-saham berkapitalisasi besar, sehingga arus dana investor asing tetap menjadi faktor yang perlu dicermati.
Sentimen Global dan Strategi Saham
Dari sisi sentimen, dinamika kebijakan tarif Amerika Serikat disebut berpotensi memengaruhi arah pasar global dan regional. Di sisi lain, kebijakan sementara MSCI hingga Mei 2026 dinilai memberi efek stabilisasi pasar.
“Kondisi ini membuat volatilitas indeks cenderung lebih terkendali dan memberikan ruang bagi investor untuk lebih fokus pada fundamental emiten,” kata Hendra.
Terkait strategi, Hendra menyebut saham perbankan besar seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) masih menarik dicermati dengan pendekatan trading buy, dengan target di area 4.000. Selain itu, saham BOW dan OASA dinilai memiliki peluang untuk strategi buy on weakness sesuai level teknikal yang diamati.