Mengintip Pegerakan Saham Konglomerat Usai Pengumuman MSCI
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat turun hingga 7 persen pada awal perdagangan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi bergerak melemah imbas dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara (hold) proses rebalancing indeks untuk saham-saham di pasar saham Indonesia.
Pengumuman MSCI mengenai perubahan metodologi penghitungan porsi saham public alias free float di pasar saham domestik menekan indeks harga saham gabungan (IHSG) perdagangan hari ini, Rabu (28/1).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat turun hingga 7 persen pada awal perdagangan, dan pada pukul 09.57 WIB terkoreksi 5,28 persen pada pisisi 8.506,45.
Tekanan tersebut muncul lantaran MSCI membekukan sementara rebalancing indeks di pasar saham Indonesia, hingga otoritas terkait menemukan menjamin mekanisme free float di Tanah Air. Keputusan MSCI ini berlaku efektif segera dan mencakup seluruh perubahan indeks, baik yang berasal dari peninjauan indeks maupun aksi korporasi.
Imbas dari kabar tersebut, saham emiten yang terafiliasi dengan para taipan di Tanah Air terkoreksi, bahkan beberapa mencatatkan penurunan lebih dari 10 persen.
Saham milik Keluarga Bakrie misalnya, yang kompak tertekan seperti PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) terkoreksi 14,53 persen hingga pukul 10.10 WIB, dan kontraktornya PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang turun 13,43 persen.
Sementara itu saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), emiten properti yang berafiliasi dengan kelompok Salim dan Agung Sedayu, turun 14,89 persen.
Dari grup Prajogo Pangestu, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) melemah 14,81 persen, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) turun 10,96 persen, PT Petrosea Tbk. (PTRO) merosot 14,87 persen, serta PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) terkoreksi 11,84 persen.
Tercatat hanya ada segelintir saham emiten konglomerat yang terkoreksi cukup tipis. Di antaranya saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) milik Low Tuck Kwong turut terkoreksi 0,60 persen, serta saham milik Boy Thohir PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) yang masing-masing terkoreksi 2,62 persen dan 2,52 persen
Selain itu, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) juga mulai menguat setelah sebelumnya turun ke Rp6.600.
Sentimen Jangka Pendek
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan secara fundamental makroekonomi Indonesia masih solid sehingga sentimen pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait rebalancing indeks saham-saham Indonesia akan cenderung bersifat jangka pendek.
Di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), ia justru menyarankan pelaku pasar untuk melakukan buy the dip atau aksi beli saat harga saham berada di level bawah karena sentimen jangka pendek.
"Kalau secara dinamika perekonomian, fundamental makroekonomi domestik kita masih solid. Dengan kondisi IHSG yang masih secara psikologis sudah melalui pelemahan yang signifikan, tentunya ini bisa dimanfaatkan oleh para pelaku pasar untuk melakukan down dip (buy the dip)," ujar Nafan dikutip dari Antara, Rabu (28/1).
Sebetulnya secara teknikal IHSG berada dalam fase up trend (tren naik), namun sentimen negatif dari pengumuman MSCI telah menyebabkan pelemahan signifikan pada perdagangan Rabu ini, katanya menjelaskan.
"Sebenarnya, pergerakan IHSG itu sejauh ini ketika belum terdapat pengumuman MSCI masih dalam kategori up trend. Tapi sekarang sudah mulai agak terpatahkan karena terkait dengan dinamika pengumuman MSCI," ujar Nafan.