Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore, 10 April 2026, ditutup menguat secara signifikan. Penguatan ini terjadi di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap perkembangan geopolitik global. IHSG berhasil membukukan kenaikan 150,91 poin atau 2,07 persen, mencapai posisi 7.458,50.
Kinerja positif ini sejalan dengan penguatan yang terjadi di Wall Street semalam, memberikan dorongan optimisme bagi pasar domestik. Pelaku pasar global saat ini memusatkan perhatian pada pembicaraan diplomatik antara perwakilan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pertemuan penting ini dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan ini.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa negosiasi AS-Iran bertujuan mencari penyelesaian konflik Timur Tengah yang telah berlangsung selama enam minggu. Sementara itu, indeks LQ45, yang merupakan kelompok 45 saham unggulan, juga turut menguat 12,57 poin atau 1,71 persen ke posisi 746,47.
Advertisement
Advertisement
Pelaku pasar global saat ini menantikan hasil dari pembicaraan diplomatik yang akan berlangsung di Islamabad, Pakistan. Wakil Presiden AS, JD Vance, akan memimpin delegasi AS dalam diskusi dengan pejabat Iran, sebuah pertemuan yang sangat dinanti untuk meredakan ketegangan regional. Harapan akan adanya resolusi konflik di Timur Tengah menjadi salah satu pendorong utama sentimen positif di pasar saham global.
Meskipun demikian, sentimen pasar tetap berhati-hati di tengah berlanjutnya serangan Israel ke Lebanon. Selain itu, gangguan yang terus terjadi di Selat Hormuz juga berpotensi mempersulit jalannya negosiasi. Faktor-faktor geopolitik ini menciptakan ketidakpastian yang dapat memengaruhi stabilitas pasar keuangan.
Konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah juga memiliki implikasi terhadap inflasi global. Pelaku pasar menantikan rilis data inflasi (CPI) AS bulan Maret 2026 yang dijadwalkan keluar malam ini, untuk menganalisis dampak konflik tersebut terhadap tekanan harga. Data ini akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan moneter ke depan.
Advertisement
Advertisement
Dari sisi makroekonomi, risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed Maret 2026 menunjukkan kekhawatiran para pembuat kebijakan. Mereka khawatir konflik di Timur Tengah dapat mempertahankan tekanan inflasi dan berpotensi memerlukan kenaikan suku bunga tambahan. Meskipun demikian, The Fed masih memperkirakan satu kali penurunan suku bunga pada tahun ini, menunjukkan adanya pertimbangan yang cermat terhadap kondisi ekonomi.
Di dalam negeri, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia menunjukkan sedikit penurunan. IKK turun menjadi 122,9 pada Maret 2026, dari sebelumnya 125,2 pada Februari 2026. Angka ini merupakan level terendah sejak Oktober 2025, mengindikasikan adanya sedikit pelemahan dalam optimisme konsumen domestik.
Pergerakan IHSG yang dibuka menguat dan bertahan di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG juga masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham. Hal ini menunjukkan kekuatan pasar domestik dalam menanggapi sentimen global yang beragam.
Advertisement
Advertisement
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor mengalami penguatan pada penutupan perdagangan ini. Sektor industri memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 4,09 persen, menunjukkan kinerja yang sangat baik. Disusul oleh sektor keuangan dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing naik sebesar 2,92 persen dan 2,56 persen.
Di sisi lain, hanya satu sektor yang mengalami penurunan, yaitu sektor kesehatan, yang turun tipis sebesar 0,04 persen. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas sektor di BEI mengalami pertumbuhan positif.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar antara lain CITY, WBSA, DIVA, OPMS, dan PADI. Sementara itu, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah KUAS, HDFA, MSKY, IPAC, dan CTTH. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.287.124 kali transaksi, dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 42,94 miliar lembar saham senilai Rp18,12 triliun. Sebanyak 485 saham naik, 181 saham menurun, dan 153 tidak bergerak nilainya.
Advertisement
Advertisement
Bursa saham regional Asia juga menunjukkan kinerja yang beragam namun cenderung menguat pada sore hari ini. Indeks Nikkei Jepang menguat signifikan 1.063,18 poin atau 1,90 persen ke 56.958,50. Indeks Shanghai Tiongkok juga membukukan kenaikan 20,05 poin atau 0,51 persen ke 3.986,22.
Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 141,14 poin atau 0,55 persen ke 25.893,54. Indeks Strait Times Singapura juga tidak ketinggalan dengan kenaikan 7,67 poin atau 0,15 persen ke 4.984,80. Kinerja positif di bursa regional ini turut memberikan sentimen positif bagi pasar domestik Indonesia.
Sumber: AntaraNews
Advertisement