IHSG Berpotensi Terkoreksi Usai Libur Lebaran, Analis Waspadai Gap Down
IHSG berpotensi terkoreksi dan volatil usai libur Lebaran akibat sentimen global. Analis menyebut risiko gap down dan tekanan dari arus dana asing.
Pasar saham Indonesia diperkirakan menghadapi tekanan pada awal perdagangan setelah libur Lebaran.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami koreksi seiring akumulasi sentimen global selama Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak beroperasi.
Analis Pasar Saham dari Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, mengatakan kondisi tersebut berisiko memicu pergerakan tajam di awal sesi.
"Kemungkinan rawan koreksi (gap down) dan volatilitas tinggi di awal sesi karena pricing in akumulasi sentimen global selama BEI libur," kata Wafi kepada Liputan6.com, Selasa (24/3/2026).
Sentimen Global Jadi Penekan Utama
Menurut Wafi, sejumlah faktor eksternal menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Di antaranya adalah arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), perkembangan geopolitik global, serta potensi arus keluar dana asing.
"Termasuk dinamika suku bunga The Fed, eskalasi geopolitik, dan potensi capital outflow asing yang menyesuaikan pergerakan bursa regional," ujarnya.
Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan tekanan jual, terutama jika investor asing melakukan penyesuaian portofolio secara signifikan.
Proyeksi Pergerakan IHSG
Dalam jangka pendek, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 7.000 hingga 7.200. Namun, pergerakan indeks diprediksi tetap diwarnai volatilitas tinggi pada awal perdagangan.
Wafi juga mengingatkan pelaku pasar untuk mencermati dinamika yang terjadi dan tidak mengambil keputusan secara terburu-buru.
"Strateginya wait and see, hindari panic selling, dan manfaatkan momentum koreksi untuk buy on weakness saham blue chip solid di area support," pungkasnya.