PLN Hadirkan Listrik 24 Jam Penuh untuk 1.396 Rumah di Pegunungan Arfak
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) berhasil menghadirkan layanan listrik 24 jam penuh bagi 1.396 rumah tangga di empat distrik Kabupaten Pegunungan Arfak, membuktikan komitmen PLN dalam pemerataan akses energi. Kehadiran li
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) telah sukses menyediakan layanan listrik selama 24 jam penuh. Inisiatif ini menjangkau 1.396 rumah tangga yang tersebar di empat distrik di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat. Peningkatan signifikan ini sebelumnya diumumkan pada Sabtu, 30 Mei, di Jayapura.
General Manager PT PLN (Persero) UIWP2B, Roberth Rumsaur, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah bukti nyata komitmen PLN. Mereka berupaya menghadirkan akses energi yang merata hingga ke pelosok wilayah.
Masyarakat di Distrik Minyambouw, Taige, Hink, dan Anggi Gida kini dapat menikmati pasokan listrik yang andal. Pasokan listrik yang stabil ini tersedia selama 24 jam setiap hari, berbeda jauh dari kondisi sebelumnya.
Peningkatan Jam Nyala dan Tantangan Geografis
Sebelumnya, warga Distrik Minyambouw hanya menikmati listrik selama enam jam per hari. Sementara itu, masyarakat di Distrik Taige, Hink, dan Anggi Gida memperoleh pasokan listrik selama 12 jam per hari. Perubahan drastis ini membawa dampak positif yang sangat dinantikan oleh ribuan keluarga.
Roberth Rumsaur menjelaskan bahwa keberhasilan menghadirkan listrik 24 jam di wilayah Pegunungan Arfak ini tidak lepas dari kerja keras tim PLN. Tim menghadapi tantangan geografis dan medan yang cukup berat selama proses instalasi.
Pencapaian operasional 24 jam penuh ini merupakan buah dari dedikasi tim di lapangan. Mereka bekerja keras demi memastikan kebutuhan dasar listrik masyarakat dapat terpenuhi secara maksimal.
Infrastruktur Pendukung dan Dampak Sosial Ekonomi
Untuk mendukung peningkatan layanan listrik 24 jam penuh ini, PLN juga membangun infrastruktur kelistrikan yang signifikan. Pembangunan tersebut meliputi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 23,75 kilometer sirkuit. Selain itu, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 21,29 kilometer sirkuit juga telah terhubung dengan sistem kelistrikan setempat.
Pihak PLN berharap kehadiran listrik selama 24 jam ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber penerangan. Lebih dari itu, diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Listrik juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan menunjang berbagai aktivitas masyarakat di daerah tersebut.
Paulus, salah seorang warga Distrik Minyambouw, menyampaikan apresiasi mendalam kepada PLN. Ia menyatakan bahwa upaya ini telah lama dinantikan dan kini masyarakat dapat menikmati listrik sepanjang hari. Peningkatan layanan listrik ini merupakan harapan yang kini telah terwujud melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dilakukan PLN.
Sumber: AntaraNews