Pemprov Kepri dan PLN Targetkan Enam Pulau Nikmati Listrik 24 Jam Tahun Ini
Program Kepri Terang terus digencarkan! Pemprov Kepri dan PLN menargetkan enam pulau di Kepulauan Riau menikmati listrik 24 jam penuh tahun ini, meningkatkan rasio elektrifikasi dan kesejahteraan warga.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menetapkan target ambisius untuk tahun ini, yakni memastikan enam pulau di wilayah tersebut dapat menikmati pasokan listrik selama 24 jam penuh. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari program besar yang dikenal dengan nama Kepri Terang.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menjelaskan bahwa PLN akan mengimplementasikan sistem Hybrid PLTS+baterai pada enam pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang ada. Sistem ini dirancang untuk beroperasi dengan beban 50 persen dari kapasitas terpasang, menjamin ketersediaan listrik yang stabil dan berkelanjutan.
Salah satu lokasi yang direncanakan akan segera merasakan manfaat listrik 24 jam pada tahun ini adalah Pulau Air Raja, yang terletak di Kelurahan Subang Mas, Kecamatan Galang, Kota Batam. Pemprov Kepri berkomitmen untuk terus berkoordinasi erat dengan PLN guna merealisasikan pemasangan listrik 24 jam, khususnya di pulau-pulau kecil berpenghuni yang hingga kini masih belum terjangkau penerangan listrik memadai.
Upaya Peningkatan Rasio Elektrifikasi di Kepri
Langkah Pemprov Kepri bersama PLN ini adalah bagian dari upaya kolektif untuk mencapai target rasio elektrifikasi (RE) 100 persen di seluruh wilayah Kepulauan Riau. Saat ini, rasio elektrifikasi di Kepri telah mencapai angka 98 persen, menunjukkan kemajuan signifikan dalam pemerataan akses listrik.
Penggunaan sistem Hybrid PLTS+baterai pada PLTD merupakan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan geografis Kepri yang didominasi oleh pulau-pulau kecil. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan efisiensi operasional penyediaan listrik.
Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa menerangi pulau-pulau kecil dengan listrik bukanlah tugas yang mudah, mengingat karakteristik wilayah kepulauan. Oleh karena itu, dukungan penuh dari PLN sangat krusial dalam menyediakan sarana dan prasarana, mulai dari mesin pembangkit/kelistrikan hingga pasokan bahan bakar.
Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Gratis
Selain fokus pada penyediaan listrik 24 jam, Pemprov Kepri bersama PLN juga sedang aktif membahas program bantuan pasang baru listrik (BPBL) gratis. Program ini ditujukan bagi masyarakat yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Kepulauan Riau, memastikan akses listrik bagi rumah tangga yang membutuhkan.
Program BPBL gratis ini mendapatkan dukungan kuat dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, dukungan juga diperkuat oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta aspirasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri.
Pada tahun ini, program BPBL ditargetkan akan menyasar sebanyak 1.400 rumah tangga di seluruh Kepulauan Riau. Inisiatif ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan mempercepat pemerataan akses listrik di daerah terpencil.
Dukungan dan Manfaat Program Kepri Terang
Manajer PLN UP3 Tanjungpinang, Rully Agus Widanarto, menyambut baik dan menyatakan kesiapan PLN untuk meningkatkan kerja sama dengan Pemprov Kepri dalam merealisasikan program Kepri Terang. Kolaborasi ini sangat penting untuk mencapai tujuan bersama dalam menerangi wilayah perbatasan.
Menurut Rully Agus Widanarto, program Kepri Terang terbukti memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Dampak positifnya tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga merambah ke bidang pendidikan, menciptakan peluang dan kualitas hidup yang lebih baik.
Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah dan PLN, mengingat peran vital PLN sebagai penyedia infrastruktur kelistrikan. Dengan dukungan berkelanjutan, diharapkan seluruh masyarakat Kepri dapat menikmati akses listrik yang handal dan berkualitas.
Sumber: AntaraNews