PLN Pastikan Listrik Masuk Desa Terpencil di Sumba Tengah, Bukti Negara Hadir di Pelosok

PLN berhasil menyalurkan listrik ke Desa Umbu Pabal, Sumba Tengah, membuktikan komitmen negara dalam pemerataan akses Listrik Masuk Desa Terpencil hingga pelosok NTT. Bagaimana dampak nyatanya bagi warga?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PLN Pastikan Listrik Masuk Desa Terpencil di Sumba Tengah, Bukti Negara Hadir di Pelosok
PLN berhasil menyalurkan listrik ke Desa Umbu Pabal, Sumba Tengah, membuktikan komitmen negara dalam pemerataan akses Listrik Masuk Desa Terpencil hingga pelosok NTT. Bagaimana dampak nyatanya bagi warga? (AntaraNews)

PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur berhasil menyalurkan aliran listrik ke Desa Umbu Pabal, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah. Pencapaian ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menyediakan layanan dasar hingga wilayah terluar. Inisiatif ini bertepatan dengan momentum Ramadan 1447 Hijriah, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

General Manager PLN UIW NTT, F Eko Sulistyono, menegaskan bahwa masuknya listrik ke desa terpencil ini merupakan komitmen PLN. Tujuannya adalah memastikan masyarakat di pelosok Sumba dapat merasakan manfaat listrik secara optimal. Listrik diharapkan menunjang berbagai aspek kehidupan, mulai dari ibadah, pendidikan, hingga perekonomian warga.

Program Listrik Dusun yang dilaksanakan oleh PLN melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sumba Barat ini merupakan bagian integral dari upaya pemerataan akses listrik di seluruh Pulau Sumba. Selain penyambungan listrik, PLN juga aktif menggelar sosialisasi penting. Edukasi mengenai mekanisme pemasangan baru dan keselamatan penggunaan listrik menjadi fokus utama kegiatan tersebut.

PLN terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pemerataan akses listrik di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur. Program Listrik Dusun menjadi salah satu strategi utama untuk menjangkau desa-desa terpencil. Kehadiran listrik di Desa Umbu Pabal, Sumba Tengah, merupakan salah satu capaian signifikan dalam upaya ini.

F Eko Sulistyono, General Manager PLN UIW NTT, menyatakan bahwa listrik masuk desa terpencil ini adalah wujud nyata kehadiran negara. Ini bukan hanya sekadar penyediaan infrastruktur, melainkan juga upaya memastikan layanan dasar tersedia. Terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terluar dan terpencil di NTT.

Melalui program ini, PLN berharap listrik dapat menjadi pendorong utama peningkatan kualitas hidup masyarakat. Manfaat listrik sangat krusial untuk mendukung kegiatan ibadah, seperti sahur dan tarawih di bulan Ramadan. Selain itu, listrik juga vital untuk pendidikan anak-anak dan pengembangan ekonomi lokal.

Selain fokus pada penyambungan listrik, PLN juga aktif melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat Desa Umbu Pabal. Sosialisasi ini mencakup mekanisme pemasangan baru listrik yang benar. Edukasi keselamatan penggunaan listrik juga menjadi prioritas utama untuk menjamin keamanan warga.

Manager ULP Sumba Barat, Medias Kristo, menjelaskan pentingnya sosialisasi ini. Tujuannya adalah memastikan warga memahami prosedur pemasangan listrik secara menyeluruh. Prosesnya meliputi pengajuan hingga penyalaan listrik di rumah-rumah warga.

Edukasi mengenai penggunaan listrik yang aman dan hemat juga disampaikan secara detail. Hal ini bertujuan agar manfaat listrik dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh masyarakat. Keselamatan dalam penggunaan listrik adalah aspek yang tidak bisa ditawar.

Kepala Desa Umbu Pabal, Gerson Umbu Gaja, mengapresiasi upaya PLN ini. Penjelasan langsung dari petugas PLN sangat membantu warga memahami proses dan pentingnya keselamatan. Ini meningkatkan kesadaran masyarakat tentang listrik.

Kehadiran listrik di Desa Umbu Pabal membawa dampak positif yang signifikan bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Warga kini dapat menjalankan ibadah sahur dan tarawih dengan lebih nyaman dan khusyuk. Ini merupakan perubahan besar, terutama di bulan Ramadan.

Anak-anak di desa tersebut kini dapat belajar pada malam hari tanpa lagi bergantung pada pelita atau lilin. Akses terhadap penerangan yang memadai akan mendukung proses belajar mengajar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan mereka.

Sektor ekonomi rumah tangga juga diharapkan semakin berkembang dengan adanya listrik. Kemudahan akses listrik membuka peluang baru untuk berbagai usaha kecil. Ini berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga.

PLN UIW NTT menargetkan rasio elektrifikasi mencapai 99,99 persen di seluruh desa di Provinsi NTT pada tahun 2028. Program Listrik Dusun ini merupakan bagian integral dari pencapaian target tersebut. Komitmen ini menunjukkan visi jangka panjang PLN untuk NTT.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi