Fakta Unik PLTMH Anggi: Pegunungan Arfak Jadi Kabupaten Pertama 100% Energi Bersih di Indonesia!
PLN dan ESDM resmikan PLTMH Anggi di Pegunungan Arfak, Papua Barat, menandai langkah besar menuju daerah 100% energi bersih dan kemandirian energi. Bagaimana dampaknya?
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) baru saja meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Anggi tahap I. Peresmian ini dilakukan di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, pada Rabu (29/10) lalu.
Langkah strategis ini menandai komitmen serius pemerintah dan BUMN dalam mendorong kemandirian energi. Tujuannya adalah menjadikan Pegunungan Arfak sebagai wilayah yang sepenuhnya mengandalkan energi bersih.
Selain peresmian tahap pertama, groundbreaking PLTMH Anggi tahap II juga dilaksanakan untuk memperluas cakupan listrik. Inisiatif ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi ribuan pelanggan di daerah tersebut.
PLTMH Anggi: Simbol Kemandirian Energi dan Penghematan BBM
Diksi Erfani Umar, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, menegaskan bahwa PLTMH Anggi merupakan simbol kemandirian energi bagi Pegunungan Arfak. Pihaknya juga telah menyiapkan jaringan tegangan menengah sepanjang 37,22 kilometer sirkit. Jaringan ini bertujuan untuk mendukung pemerataan listrik di seluruh wilayah Pegunungan Arfak.
Kehadiran pembangkit listrik berbasis air ini tidak hanya sekadar menyediakan energi. PLTMH Anggi juga berkontribusi besar terhadap penghematan bahan bakar minyak (BBM) hingga miliaran rupiah setiap tahunnya. Ini sejalan dengan upaya percepatan transisi energi nasional yang sedang digalakkan pemerintah.
Mengingat kebutuhan listrik yang terus meningkat di Kabupaten Pegunungan Arfak, PLN tidak berhenti sampai di sini. Mereka telah melakukan groundbreaking untuk pembangunan PLTMH Anggi tahap II. Langkah ini menunjukkan keseriusan dalam memenuhi pasokan listrik berkelanjutan.
Perluasan Akses Listrik dan Target 100% Energi Bersih
Pembangunan PLTMH Anggi tahap II direncanakan memiliki kapasitas 2x250 kilowatt (kW). Proyek ini bertujuan untuk memperluas akses listrik bagi masyarakat Pegunungan Arfak. Diharapkan, PLTMH Anggi tahap II akan mengaliri listrik kepada 2.700 pelanggan baru.
Pelanggan yang sebelumnya hanya menikmati listrik enam jam dari pembangkit diesel, nantinya akan merasakan layanan 24 jam penuh. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa pembangunan ini bukti komitmen pemerintah. Ini adalah wujud keadilan energi di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) di seluruh Indonesia.
Pemerintah menargetkan setiap warga dapat merasakan manfaat energi bersih yang berkelanjutan tanpa terkecuali. PLTMH Anggi tahap I dan II merupakan langkah konkret Kementerian ESDM. Tujuannya adalah mewujudkan Kabupaten Pegunungan Arfak sebagai satu-satunya kabupaten di Indonesia yang 100 persen energinya bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Dengan kelancaran pembangunan ini, diharapkan PLTMH Anggi tahap II dapat selesai seluruhnya pada tahun depan. Pengoperasian penuh PLTMH Anggi tahap II diperkirakan akan menghemat BBM hingga Rp6,7 miliar per tahun. Pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang ada bisa dipindahkan ke daerah lain yang membutuhkan.
Sumber: AntaraNews