IBC Soroti Penguatan 3C untuk Perkuat Fondasi Ekonomi Indonesia
Menurut IBC, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetap penting, namun perlu ditopang fondasi yang kuat agar dapat menciptakan produktivitas.
Hari Kebangkitan Nasional tahun ini dinilai menjadi momentum refleksi terhadap arah pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Di tengah pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2027, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi nasional.
"Saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen di tahun 2027 menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029," ujar Presiden.
Pernyataan tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa ketahanan ekonomi nasional tidak hanya diukur dari kemampuan mempertahankan pertumbuhan, tetapi juga dari kekuatan fondasi yang menopangnya.
Indonesian Business Council (IBC) sebelumnya menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026 perlu dilihat dari sisi kualitas dan keberlanjutannya. Menurut IBC, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetap penting, namun perlu ditopang fondasi yang kuat agar dapat menciptakan produktivitas, lapangan kerja berkualitas, dan pemerataan kesejahteraan.
CEO IBC Sofyan Djalil mengatakan Hari Kebangkitan Nasional dapat menjadi ruang refleksi untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.
"Indonesia memiliki potensi besar, tetapi pengalaman hari ini mengingatkan kita bahwa potensi tidak otomatis menjadi kemajuan. Pertumbuhan ekonomi harus ditopang oleh pelaksanaan yang konsisten, kemampuan untuk terus beradaptasi, dan arah pembangunan yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat," ujar Sofyan.
Dalam IBC Business Outlook 2026, IBC menyoroti tiga prasyarat utama untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia, yakni certainty, capability, dan capital atau disingkat 3C.
Certainty berkaitan dengan kepastian aturan, konsistensi pelaksanaan, serta arah kebijakan yang dapat dipahami dan diprediksi oleh masyarakat maupun pelaku usaha. Capability menyangkut kualitas sumber daya manusia dan kemampuan dunia usaha dalam meningkatkan produktivitas, mengadopsi teknologi, serta naik ke rantai nilai yang lebih tinggi.
Sementara itu, capital berkaitan dengan alokasi modal ke sektor-sektor yang dinilai mampu menciptakan pertumbuhan, lapangan kerja, dan nilai tambah jangka panjang.
Pertumbuhan Ekonomi
IBC menilai ketiga aspek tersebut perlu berjalan beriringan agar pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat berkelanjutan dalam jangka panjang. Kepastian dinilai dapat meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan, sementara kapabilitas dan alokasi modal yang tepat menjadi faktor penting untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.
"Kebangkitan nasional hari ini bukan hanya tentang optimisme, tetapi tentang kemampuan untuk memperkuat fondasi ekonomi secara konsisten. Dengan kerja bersama dan komitmen jangka panjang, Indonesia dapat membangun ekonomi yang lebih tangguh, produktif, dan siap menghadapi masa depan," tutur Sofyan.