Kelangkaan BBM Elpiji di Lombok Timur, Pemkab Kirim Surat ke Pertamina
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melayangkan surat resmi kepada PT Pertamina guna mengatasi masalah Kelangkaan BBM Elpiji Lombok Timur 3 kg yang meresahkan warga. Apa penyebabnya?
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengambil langkah serius menyikapi isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji 3 kilogram yang belakangan ini meresahkan masyarakat. Surat resmi telah dilayangkan kepada PT Pertamina sebagai respons terhadap kondisi pasokan yang tidak stabil di wilayah tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan energi bagi kebutuhan sehari-hari warga.
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam menghadapi permasalahan ini. "Terjadinya kelangkaan BBM ini, kami bersurat ke Pertamina, termasuk mengecek terkait kekurangan pasokan elpiji," ujarnya di Lombok Timur, Minggu. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong Pertamina untuk segera meninjau dan meningkatkan distribusi pasokan ke daerah tersebut.
Menurut Bupati, peningkatan aktivitas masyarakat menjelang akhir tahun menjadi salah satu faktor utama melonjaknya permintaan BBM dan elpiji. Kebutuhan energi yang lebih tinggi ini menyebabkan pasokan yang ada menjadi tidak mencukupi, sehingga memicu terjadinya kelangkaan. Situasi ini memerlukan penanganan cepat dan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan penyedia energi.
Peningkatan Penggunaan dan Dampaknya pada Pasokan
Lonjakan penggunaan BBM dan elpiji di Lombok Timur disinyalir menjadi penyebab utama kelangkaan yang terjadi. Aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat yang semakin menggeliat di penghujung tahun, seperti kegiatan pertanian, transportasi, dan rumah tangga, secara signifikan meningkatkan konsumsi energi. Hal ini menciptakan tekanan pada sistem distribusi yang ada, menyebabkan pasokan tidak dapat mengimbangi permintaan yang melonjak.
Bupati Haerul Warisin juga menyoroti perubahan pola konsumsi masyarakat terkait gas elpiji. "Sebelumnya masyarakat tidak banyak menggunakan elpiji, karena masih mengandalkan penggunaan kayu, tetapi sekarang hampir semua masyarakat menggunakan elpiji," jelasnya. Pergeseran ini menunjukkan adanya peningkatan ketergantungan pada elpiji 3 kg, yang sebelumnya tidak diantisipasi dalam perhitungan kuota pasokan.
Akibat tingginya penggunaan elpiji tersebut, kuota yang tersedia saat ini menjadi tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat. Kekurangan kuota ini menjadi fokus utama Pemkab Lombok Timur dalam mengajukan permohonan penambahan pasokan kepada Pertamina. Koordinasi intensif akan dilakukan dengan Dinas Perdagangan Lombok Timur untuk menentukan besaran kuota yang akan diajukan.
Permintaan penambahan kuota ini diharapkan dapat mengatasi defisit pasokan dan menstabilkan harga di tingkat pengecer. Pemkab berkomitmen untuk terus memantau situasi di lapangan dan memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat akan energi terpenuhi secara merata dan berkelanjutan.
Data Stok Elpiji 3 Kg di Wilayah NTB
Meskipun terjadi kelangkaan, data dari Pertamina Patra Niaga menunjukkan adanya stok elpiji 3 kilogram bersubsidi yang tersedia di pangkalan resmi di berbagai wilayah NTB. Total stok yang tercatat mencapai 84.500 tabung, yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Data ini memberikan gambaran mengenai ketersediaan pasokan secara regional, meskipun distribusi dan aksesibilitas menjadi tantangan di tingkat lokal.
Secara spesifik, Kabupaten Lombok Timur tercatat memiliki stok sebanyak 20.600 tabung elpiji 3 kg. Angka ini merupakan bagian dari total stok yang ada di NTB. Selain itu, Kabupaten Lombok Utara memiliki 6.000 tabung, Kabupaten Sumbawa 7.500 tabung, dan Kabupaten Sumbawa Barat 500 tabung. Ketersediaan ini menunjukkan bahwa pasokan secara keseluruhan masih ada, namun mungkin terkendala pada aspek distribusi ke titik-titik penjualan.
Kota Bima memiliki stok 4.800 tabung, Kota Mataram 8.300 tabung, Kabupaten Bima 7.100 tabung, dan Kabupaten Dompu 5.400 tabung. Sementara itu, Kabupaten Lombok Barat tercatat memiliki 9.700 tabung dan Kabupaten Lombok Tengah 14.600 tabung. Data ini menjadi dasar bagi Pertamina dan pemerintah daerah untuk mengevaluasi efektivitas penyaluran dan merencanakan strategi distribusi yang lebih baik untuk mengatasi Kelangkaan BBM Elpiji Lombok Timur.
Sumber: AntaraNews