Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang sempat meresahkan masyarakat Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, kini mulai menemukan titik terang. Pemerintah daerah setempat berhasil mengamankan tambahan signifikan kuota gas subsidi untuk memenuhi kebutuhan warga. Upaya cepat tanggap ini diharapkan dapat meredakan keresahan yang melanda.
Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri, mengumumkan bahwa daerahnya telah menerima tambahan 6.160 tabung gas bersubsidi ukuran 3 kilogram dari PT Pertamina. Penambahan kuota ini merupakan respons langsung terhadap keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan pasokan gas dalam beberapa waktu terakhir. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan energi bagi warganya.
Keputusan Pertamina untuk menyalurkan tambahan kuota ini diambil setelah Bupati Fikri secara langsung melaporkan kondisi kelangkaan kepada General Manager Pertamina Sumbagsel. Langkah proaktif ini diambil menyusul banyaknya laporan dari kaum ibu-ibu di Rejang Lebong yang kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg. Penambahan kuota ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi permasalahan distribusi gas di wilayah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Bupati Muhammad Fikri menyampaikan apresiasi mendalam kepada PT Pertamina atas respons cepat mereka dalam menanggapi keluhan masyarakat Rejang Lebong. "Terima kasih kepada PT Pertamina telah menanggapi keluhan kita dengan memberikan penambahan kuota elpiji 3 kg sebanyak 6.160 tabung," ujar Bupati Fikri. Beliau berharap penambahan kuota gas subsidi ini dapat menjadi solusi efektif bagi masyarakat yang terdampak kelangkaan.
Keluhan mengenai kelangkaan elpiji 3 kg telah mencuat dalam sepekan terakhir, khususnya dari kalangan ibu rumah tangga di Kabupaten Rejang Lebong. Kondisi ini mendorong Bupati untuk segera bertindak dengan melaporkannya langsung kepada GM Pertamina Sumbagsel. Kecepatan respons dari kedua belah pihak menjadi kunci dalam mengatasi krisis pasokan ini.
Setelah permintaan penambahan kuota dipenuhi, Bupati Fikri langsung turun ke lapangan untuk memastikan pendistribusian berjalan sesuai aturan. Beliau melakukan pengecekan di beberapa pangkalan gas untuk memverifikasi bahwa tambahan pasokan elpiji 3 kg benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Pengawasan ketat ini bertujuan mencegah penyalahgunaan dan memastikan tepat sasaran.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sedang melakukan investigasi mendalam untuk mencari tahu penyebab pasti kelangkaan elpiji 3 kg. Kelangkaan ini terjadi di luar periode menjelang bulan puasa, yang biasanya menjadi pemicu peningkatan permintaan. Penyelidikan ini penting untuk mencegah terulangnya masalah serupa di masa mendatang.
Bupati Muhammad Fikri juga memberikan peringatan keras kepada seluruh pangkalan gas di bawah distributor di Kabupaten Rejang Lebong. Beliau menekankan pentingnya mendistribusikan gas elpiji 3 kg sesuai peruntukannya agar tepat sasaran. Hal ini krusial untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan menghindari permasalahan serupa di kemudian hari.
"Jika ada indikasi pangkalan yang bermain, silahkan masyarakat laporkan kepada saya secara langsung," tegas Bupati Fikri. Beliau menambahkan bahwa setiap laporan akan dicek kebenarannya dan jika terbukti, distributor terkait akan segera disurati untuk memberikan sanksi. Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberantas praktik curang yang merugikan masyarakat.
Advertisement
Para agen elpiji bersubsidi juga turut mendukung langkah tegas ini. Nowan Kurniadi Irawan dari PT Putri Cempaka Lestari, didampingi perwakilan PT Karjan Jaya dan PT Elisa Maryani Jaya, menyatakan kesiapan mereka untuk memberikan tindakan tegas berupa sanksi pemutusan kontrak. Sanksi ini akan diberikan jika ditemukan pangkalan yang nakal dengan menjual gas tidak sesuai peruntukannya, menunjukkan kolaborasi dalam pengawasan.
Advertisement
Penambahan kuota gas subsidi yang diterima oleh Kabupaten Rejang Lebong didistribusikan kepada beberapa agen utama. PT Putri Cempaka Lestari menerima tambahan sebanyak 1.680 tabung elpiji 3 kg. Kuota ini kemudian dibagikan kepada 25 pangkalan yang bervariasi jumlahnya, disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing pangkalan.
Sementara itu, PT Karjan Jaya mendapatkan tambahan kuota yang lebih besar, yaitu sebanyak 2.800 tabung elpiji 3 kg. Pembagian ini juga akan disalurkan ke pangkalan-pangkalan di bawah naungan mereka. Penambahan ini diharapkan mampu menutupi defisit pasokan yang terjadi sebelumnya.
Agen lainnya, PT Elisa Maryani Jaya, juga menerima penambahan kuota sebanyak 1.680 tabung elpiji 3 kg. Dengan adanya penambahan kuota dari ketiga agen utama ini, total 6.160 tabung gas subsidi berhasil disalurkan ke Rejang Lebong. Langkah ini merupakan upaya konkret untuk memastikan ketersediaan pasokan gas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews