Lombok Timur Raih Nominasi Kabupaten Berprestasi Bidang Pembiayaan Kreatif 2026

Kabupaten Lombok Timur masuk nominasi bergengsi sebagai daerah berprestasi dalam Entrepreneur Government melalui Pembiayaan Kreatif 2026, tunjukkan inovasi tingkatkan PAD.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Lombok Timur Raih Nominasi Kabupaten Berprestasi Bidang Pembiayaan Kreatif 2026
Kabupaten Lombok Timur masuk nominasi bergengsi sebagai daerah berprestasi dalam Entrepreneur Government melalui Pembiayaan Kreatif 2026, tunjukkan inovasi tingkatkan PAD. (AntaraNews)

Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil masuk nominasi bergengsi. Daerah ini diakui dalam kategori kinerja dan prestasi Entrepreneur Government. Fokusnya adalah melalui Pembiayaan Kreatif (Creative Financing) Tahun 2026.

Prestasi ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam inovasi. Tujuannya adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan. Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, memaparkan strategi tersebut di hadapan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), A Fatoni.

Berbagai terobosan telah dilakukan meliputi optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), aset daerah, Corporate Social Responsibility (CSR), hingga Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Upaya ini diharapkan dapat terus mendorong kemajuan ekonomi dan pelayanan publik di Lombok Timur.

Strategi Inovatif Peningkatan Pendapatan Asli Daerah

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menjelaskan berbagai strategi yang diterapkan untuk menggenjot PAD. Salah satunya adalah melalui penerapan layanan terintegrasi dan penggunaan QRIS dinamis. Kerja sama dengan platform e-commerce juga menjadi pilar penting dalam upaya ini.

Pada tahun 2025, PAD Lombok Timur berhasil mencapai angka Rp 556 miliar. Pencapaian ini menjadi bukti keberhasilan inovasi digital yang telah diimplementasikan. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan signifikan di tahun-tahun mendatang.

Untuk tahun 2026, target ambisius telah ditetapkan. Ini termasuk 100 persen pajak non-tunai dan 100 persen desa aktif digital. Selain itu, 95 persen wajib pajak diharapkan menggunakan kanal digital, didukung dashboard monitoring real-time, dengan realisasi mencapai minimal 100 persen.

Optimalisasi BUMD dan Aset Daerah untuk Pelayanan Publik

Bupati Haerul Warisin menegaskan bahwa BUMD di Lombok Timur tidak hanya berorientasi pada laba. Enam BUMD yang ada fokus menyediakan layanan publik esensial yang sulit dijangkau swasta. Layanan ini mencakup penyediaan air bersih, pupuk subsidi, dan pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) juga menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Pengelolaan ini didasarkan pada aspek penggunaan, pemanfaatan, dan pemindahtanganan. Penggunaan BMD juga mencakup penataan kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan rehabilitasi fasilitas umum.

Pemanfaatan BMD untuk dioperasikan pihak lain juga memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah. Skema pembagian hasilnya adalah 40 persen untuk daerah dan 60 persen untuk pihak lain. Hal ini menunjukkan pendekatan kreatif dalam memaksimalkan potensi aset daerah.

Transformasi BLUD dan Kolaborasi untuk Infrastruktur

Dalam sektor kesehatan, transformasi fasilitas kesehatan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) merupakan terobosan strategis. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan puskesmas kini memiliki fleksibilitas pengelolaan keuangan. Ini memungkinkan praktik bisnis sehat demi peningkatan kualitas layanan.

Melalui mekanisme BLUD, fasilitas kesehatan dapat meningkatkan kualitas layanan tanpa mengutamakan keuntungan. Namun, tetap menjaga efisiensi dan produktivitas operasional. Langkah ini bertujuan untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga menerapkan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk penerangan jalan. Skema ini dipilih untuk mengatasi keterbatasan anggaran. Tujuannya adalah mengurangi "black spot area" dan mempercepat layanan yang belum merata.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi