Prabowo: Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Tantangan Global

Dia mengatakan kondisi tersebut tercermin dari berbagai capaian pemerintah di tengah situasi global yang masih diwarnai konflik dan tantangan ketahanan pangan.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Prabowo: Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Tantangan Global
Pemandangan gedung-gedung tinggi di kawasan Jakarta, Rabu (23/4/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar

Presiden Prabowo Subianto menyatakan perekonomian Indonesia tetap kuat di tengah tantangan global dan tidak mengalami kolaps sebagaimana sejumlah prediksi sebelumnya.

Dia mengatakan kondisi tersebut tercermin dari berbagai capaian pemerintah di tengah situasi global yang masih diwarnai konflik dan tantangan ketahanan pangan.

"Bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps. Ternyata semakin hari semakin kuat, semakin hari semakin kuat," ujar Prabowo dalam rapat kabinet dikutip dari Antara, Senin (20/7).

Pernyataan Presiden tersebut disampaikan ketika perekonomian global masih menghadapi ketidakpastian akibat konflik geopolitik, tekanan harga pangan dan energi, serta perlambatan perdagangan dunia.  

Di sisi lain, pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai sekitar 5,6 persen dan menilai ketahanan pangan menjadi salah satu penopang stabilitas ekonomi nasional.

Menurut Presiden, Indonesia berada pada posisi yang lebih baik dibandingkan sejumlah negara dalam menghadapi persoalan pangan karena telah lebih dahulu memperkuat upaya swasembada pangan.

Apresiasi Kinerja Menteri

Prabowo juga mengapresiasi kinerja para menteri Kabinet Merah Putih yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan dan menjalankan program pemerintah.

Meski demikian, ia mengingatkan seluruh jajaran kabinet agar tidak cepat berpuas diri karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun digelar sebagai forum evaluasi pelaksanaan program pemerintah menjelang pidato kenegaraan Presiden pada 16 Agustus 2026.

Rekomendasi