Mobil Damkar Kehabisan BBM Saat Bertugas, Pemkab Agam Evaluasi Armada Penanganan Kebakaran
Pemerintah Kabupaten Agam segera lakukan evaluasi armada dan sistem pemadam kebakaran menyusul insiden mobil damkar kehabisan BBM dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat, akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan armada pemadam kebakaran. Keputusan ini diambil menyusul insiden mobil pemadam kebakaran yang kehabisan bahan bakar minyak (BBM) saat menuju lokasi peristiwa kebakaran. Peristiwa tersebut terjadi di Suak, Nagari Koto Gadang Anan Koto, Kecamatan Tanjung Raya, pada Kamis petang.
Sekretaris Daerah Agam, Muhammad Lutfi AR, menegaskan komitmen Pemkab untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Evaluasi ini diharapkan dapat mengidentifikasi permasalahan mendasar dan merumuskan solusi yang efektif bagi kesiapsiagaan tim pemadam kebakaran. Insiden ini menyoroti pentingnya ketersediaan logistik dan pemeliharaan armada secara berkala.
Kejadian ini tidak hanya menghambat upaya pemadaman api, tetapi juga menimbulkan kerugian materiil yang signifikan. Rumah warga yang terbakar hangus, serta kendaraan roda dua dan empat milik korban ikut ludes. Muhammad Lutfi AR juga menyampaikan bahwa korban kebakaran mengalami luka bakar dan sedang menjalani perawatan medis.
Kronologi Insiden dan Dampaknya
Insiden kebakaran yang menimpa rumah Ayani (64) di Suak, Jorong Ateh, Nagari Koto Gadang, Kecamatan Tanjung Raya, terjadi pada Kamis petang. Pihak Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Agam segera menurunkan dua unit armada setelah menerima laporan. Namun, dalam perjalanan menuju lokasi, kedua kendaraan tersebut mengalami kendala serius.
Mobil pemadam kebakaran kehabisan BBM di tengah jalan, menghambat respons cepat yang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat. Kelangkaan BBM di Lubuk Basung menjadi penyebab utama insiden ini, setelah kontrak salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan PT Pertamina berakhir sejak Kamis (26/3). Kondisi ini memperparah situasi dan menunjukkan adanya masalah koordinasi logistik yang perlu segera diatasi.
Dampak dari keterlambatan penanganan kebakaran ini sangat fatal. Rumah korban hangus terbakar habis, termasuk kendaraan roda dua dan empat miliknya. Selain kerugian materiil, korban atas nama Ayani juga mengalami luka bakar pada bagian kaki dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung. Sekda Agam Muhammad Lutfi AR telah menjenguk korban untuk memastikan penanganan medis yang optimal.
Respons dan Evaluasi dari Pemkab Agam
Menanggapi insiden ini, Sekretaris Daerah Agam, Muhammad Lutfi AR, menyatakan bahwa Pemkab Agam akan segera melakukan evaluasi sistem dan armada di Satpol PP Damkar Agam. “Kami akan melakukan evaluasi sistem dan armada di Satpol PP Damkar Agam secepat mungkin agar kasus ini tidak terulang kembali,” ujarnya di Lubuk Basung. Evaluasi ini mencakup aspek operasional dan ketersediaan fasilitas penunjang.
Lutfi menambahkan bahwa armada pemadam kebakaran milik Satpol PP Damkar Agam di wilayah barat berjumlah lima unit, dengan satu unit dalam kondisi rusak akibat kecelakaan. Kondisi ini menunjukkan adanya keterbatasan armada yang perlu menjadi perhatian dalam evaluasi. Kesiapan armada adalah kunci dalam penanganan bencana kebakaran yang efektif.
Terkait masalah kelangkaan BBM, Pemkab Agam telah berkoordinasi dengan pihak SPBU dan PT Pertamina untuk mencari solusi. “Kita telah berkoordinasi dengan pihak SPBU dan PT Pertamina terkait permasalahan tersebut. Sampai saat ini belum mendapatkan perkembangan,” kata Lutfi. Koordinasi ini diharapkan dapat menjamin pasokan BBM yang stabil untuk operasional layanan publik, termasuk pemadam kebakaran.
Sorotan Masyarakat dan Harapan Perbaikan
Insiden mobil damkar kehabisan BBM ini menuai sorotan dan kekecewaan dari masyarakat setempat. Salah seorang warga Nagari Koto Gadang, Suhardiman, mengungkapkan penyesalannya terhadap tindakan yang dilakukan Satpol PP Damkar Agam. Ia menekankan pentingnya kinerja optimal dari pihak pemadam kebakaran, terutama mengingat adanya korban dalam kejadian tersebut.
Suhardiman berharap agar pihak terkait segera melakukan evaluasi serius atas kinerja yang dilakukan. “Kami sangat menyesali karena ada korban atas kejadian kebakaran tersebut dan mohon dievaluasi kinerja dari pihak Satpol PP dan Damkar Agam,” tegasnya. Suara masyarakat ini menjadi dorongan kuat bagi Pemkab Agam untuk segera mengambil langkah konkret dalam perbaikan layanan.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan vitalnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam penanganan bencana. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan armada pemadam kebakaran diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik. Hal ini juga untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang di masa mendatang, demi keselamatan dan perlindungan masyarakat Agam.
Sumber: AntaraNews