Pemprov Sumbar dan Pertamina Genjot Pemulihan Penyaluran BBM di SPBU, Stok Aman!
Pemprov Sumbar bersama Pertamina bergerak cepat memulihkan penyaluran BBM di SPBU usai kendala cuaca. Stok aman dan distribusi dipercepat, masyarakat diimbau tenang.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) bersama PT Pertamina mengambil langkah cepat dan strategis. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) yang sempat mengalami kelangkaan di sejumlah SPBU.
Gubernur Sumbar Mahyeldi menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam menghadapi situasi ini. Koordinasi intensif telah dilakukan dengan Kementerian ESDM, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), dan Pertamina. Tujuannya adalah mempercepat distribusi BBM di seluruh wilayah Sumbar.
Keterlambatan pasokan sebelumnya disebabkan oleh kendala cuaca di jalur laut yang menghambat pengiriman. Namun, upaya pemulihan stok sudah dimulai sejak 6 November 2025, dengan dukungan penuh dari berbagai pihak terkait.
Strategi Pemprov Sumbar dan Pertamina Atasi Kendala Distribusi
Gubernur Mahyeldi menjelaskan bahwa Pemprov Sumbar telah berkoordinasi langsung dengan berbagai pihak. "Pemprov Sumbar tidak diam. Kami sudah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi dan Pertamina untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di Sumbar," kata Mahyeldi. Langkah ini krusial untuk memastikan pasokan energi kembali normal.
Berdasarkan laporan dari Pertamina, kendala utama yang menyebabkan kelangkaan adalah faktor cuaca ekstrem. Kondisi ini menghambat pengiriman BBM melalui jalur laut dari terminal utama menuju Sumatera Barat. Situasi ini sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.
Untuk mempercepat pemulihan penyaluran BBM Sumbar, Pertamina telah mengambil inisiatif strategis. Sejak 6 November 2025, pemulihan stok di SPBU mulai dilakukan dengan percepatan suplai. Ini dilakukan melalui dukungan dari terminal-terminal pendukung.
Selain itu, Pertamina juga mengoptimalkan jalur darat sebagai alternatif utama. Pasokan dipercepat dari terminal BBM di Siak (Riau), Jambi, serta Sibolga. Strategi ini diharapkan mampu mengatasi hambatan cuaca di jalur laut dan memperlancar distribusi.
Peningkatan Kapasitas dan Pemantauan Distribusi BBM
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi, mengungkapkan detail langkah konkret yang diambil Pertamina. Untuk meningkatkan kecepatan pemulihan penyaluran BBM Sumbar, Pertamina menambah 20 unit armada mobil tangki. Armada tambahan ini memiliki total kapasitas angkut 320 kiloliter.
Peningkatan armada ini bertujuan untuk mempercepat distribusi ke seluruh SPBU di wilayah Sumatera Barat. Selain itu, Integrated Terminal Teluk Kabung juga telah beroperasi 24 jam penuh sejak 7 November. "Integrated Terminal Teluk Kabung sudah beroperasi 24 jam penuh sejak 7 November untuk memastikan pasokan ke SPBU berjalan lebih cepat," ujar Helmi.
Dengan berbagai langkah tersebut, kecepatan penyaluran BBM di Sumbar menunjukkan peningkatan signifikan. Diperkirakan, kecepatan penyaluran meningkat sekitar 16 persen dari kondisi normal. Dinas ESDM terus berkoordinasi erat dengan Pertamina dan pemangku kepentingan lainnya.
Koordinasi ini penting untuk memastikan tidak ada hambatan baru yang muncul di lapangan. Pemantauan ketat dilakukan untuk menjamin kelancaran proses pemulihan penyaluran BBM Sumbar dan ketersediaan stok yang memadai.
Jaminan Ketersediaan Stok dan Imbauan Masyarakat
Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa stok BBM untuk Sumatera Barat sebenarnya tidak mengalami masalah. "Stok BBM sebenarnya tidak ada masalah karena Sumbar sudah mendapat tambahan kuota," jelasnya. Kendala yang terjadi murni bersifat teknis distribusi.
Keterlambatan penyaluran ke SPBU hanya disebabkan oleh kendala teknis dalam proses distribusinya. Mahyeldi berharap masyarakat dapat tetap tenang. "Kami harap masyarakat tenang karena proses pemulihan sedang berlangsung dan hasilnya mulai terlihat," tambahnya.
Pertamina juga telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat terkait penggunaan BBM. Masyarakat diimbau untuk menggunakan BBM secara bijak dan melaporkan indikasi penyalahgunaan. "Pertamina sudah mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan BBM dan melaporkan bila menemukan indikasi penyalahgunaan kepada aparat berwenang atau melalui Pertamina Call Center 135," kata Helmi.
Pemprov Sumbar dan Pertamina berkomitmen penuh untuk memastikan ketersediaan BBM yang stabil. Upaya pemulihan penyaluran BBM Sumbar terus dioptimalkan demi kenyamanan dan kebutuhan energi masyarakat.
Sumber: AntaraNews